Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Demi Petai dan Jengkol Menteri Berjanji untuk Rakyat

Published

on

Banten Hits.com– Sudah sekitar dua minggu ke belakang ini, petai dan jengkol mengalami kelangkaan. Harga dua bahan makanan rakyat ini pun meroket tajam di pasaran.

Meroketnya harga jengkol dan petai di pasar, membuat masyarakat yang ingin mengonsumsi makanan ini harus merogoh kocek lebih dalam. Berdasarkan hasil pantauan di sejumlah pasar, harga dua makanan rakyat ini sudah melebihi harga daging. Di Pasar Modern Sinpasa, misalnya, harga jengkol bisa mencapai Rp 80.000/Kg.

Banten Hits.com– Sudah sekitar dua minggu ke belakang ini, petai dan jengkol mengalami kelangkaan. Harga dua bahan makanan rakyat ini pun meroket tajam di pasaran.

Meroketnya harga jengkol dan petai di pasar, membuat masyarakat yang ingin mengonsumsi makanan ini harus merogoh kocek lebih dalam. Berdasarkan hasil pantauan di sejumlah pasar, harga dua makanan rakyat ini sudah melebihi harga daging. Di Pasar Modern Sinpasa, misalnya, harga jengkol bisa mencapai Rp 80.000/Kg.

Hal itulah yang kemudian membuat Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berjanji untuk rakyat. Gita Wirjawan menggelar sidak di Pasar Modern Sinpasa, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/5/2013). Gita berjanji, satu minggu ke depan harga petai dan jengkol sudah mulai normal kembali.

Menurut Gita, pihaknya akan mempelajari perihal kenaikan dua bahan makanan rakyat itu, sehingga masyarakat sudah bisa segera menikmati kembali dengan harga yang terjangkau.

“Saya berjanji akan mempelajari hal ini dan saya berharap satu minggu ke depan harga sudah kembali normal,” kata Gita.

Bagi masyarakat penyuka dua makanan ini, kelangkaan yang terjadi jelas sangat berdampak. Abdul ManafKelangkaan Jengkol di pasaran jelas membuat masyarakat penyuka masakan yang berbahan dasar Jengkol ini sedih,contohnya Abdul Manaf (38).
Warga Desa Rumpak Sinang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang ini, mengaku kebingungan dengan kelangkaan petai dan jengkol. Pasalnya, dirinya mengaku tak bisa makan apabila tidak ada semur jengkol.

“Selera makan saya berkurang, mas. Sebab, saya biasa membeli jengkol buat lalapan dan dimakan berbarengan dengan ikan asin atau dibuat semur,” ungkap Abdul.

Selain harga Jengkol dan petai, sejumlah sayuran juga mengalami kenaikan. Bahan sayuran yang mengalami kenaikan adalah cabai dan tomat. Masyarakat meminta, pemerintah segera mengambil tindakan supaya bahan-bahan tidak terus mengalami kenaikan.(Rus)Banten Hits.com- Sudah sekitar dua minggu ke belakang ini, petai dan jengkol mengalami kelangkaan. Harga dua bahan makanan rakyat ini pun meroket tajam di pasaran.

Meroketnya harga jengkol dan petai di pasar, membuat masyarakat yang ingin mengonsumsi makanan ini harus merogoh kocek lebih dalam. Berdasarkan hasil pantauan di sejumlah pasar, harga dua makanan rakyat ini sudah melebihi harga daging. Di Pasar Modern Sinpasa, misalnya, harga jengkol bisa mencapai Rp 80.000/Kg.

Hal itulah yang kemudian membuat Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berjanji untuk rakyat. Gita Wirjawan menggelar sidak di Pasar Modern Sinpasa, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/5/2013). Gita berjanji, satu minggu ke depan harga petai dan jengkol sudah mulai normal kembali.

Menurut Gita, pihaknya akan mempelajari perihal kenaikan dua bahan makanan rakyat itu, sehingga masyarakat sudah bisa segera menikmati kembali dengan harga yang terjangkau.

“Saya berjanji akan mempelajari hal ini dan saya berharap satu minggu ke depan harga sudah kembali normal,” kata Gita.

Bagi masyarakat penyuka dua makanan ini, kelangkaan yang terjadi jelas sangat berdampak. Abdul ManafKelangkaan Jengkol di pasaran jelas membuat masyarakat penyuka masakan yang berbahan dasar Jengkol ini sedih,contohnya Abdul Manaf (38).
Warga Desa Rumpak Sinang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang ini, mengaku kebingungan dengan kelangkaan petai dan jengkol. Pasalnya, dirinya mengaku tak bisa makan apabila tidak ada semur jengkol.

“Selera makan saya berkurang, mas. Sebab, saya biasa membeli jengkol buat lalapan dan dimakan berbarengan dengan ikan asin atau dibuat semur,” ungkap Abdul.

Selain harga Jengkol dan petai, sejumlah sayuran juga mengalami kenaikan. Bahan sayuran yang mengalami kenaikan adalah cabai dan tomat. Masyarakat meminta, pemerintah segera mengambil tindakan supaya bahan-bahan tidak terus mengalami kenaikan.(Rus)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × three =

Trending