Connect with us

PERSONA

Hilmi Fabeta, Membesarkan Kota dengan Seni

Published

on

Jika seseorang yang terus berkarya ditanya, di mana letak kepuasan Anda dengan karya yang Anda ciptakan? Jawabannya hampir semua pasti sama menyebut, letak kepuasan adalah ketika karya mereka mampu dinikmati oleh orang banyak.

Namun lebih dalam bagi seorang Hilmi Fabeta, tak cukup karya yang dilahirkannya hanya bisa dinikmati orang saja. Dengan karya-karya yang terus diciptakannya, Hilmi Fabeta berkeinginan untuk meningkatkan kualitas kehidupan di lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan mewujudkan ruang terbuka untuk seni. Hilmi Fabeta menyebutnya dengan istilah art space.

“Sebuah kota akan menjadi lebih besar, jika aktivitas keseniannya berjalan dengan baik,” kata Hilmi Fabeta.

Tekad kuat untuk mewadahi hobi dan hasrat seni anak muda di Tangerang itulah yang membuat Hilmi Fabeta (28), kembali ke Tangerang untuk membentuk Tangsel Creative Foundation.

BACA :  Kisah Sukses Petani Rumput Laut di Pesisir Carita, Berhasil Bangkit dari Bayang-bayang Tsunami

Lelaki yang juga berprofesi sebagai pelukis yang menjadi anak didik Pramuhendra ini, bermimpi membentuk komunitas yang mewadahi semua minat dan hobi anggotanya.

“Komunitas yang bergerak di bidang seni menjadi wadah bagi para seniman dan pemuda Tangsel, untuk berkarya ke arah yang positif dalam bidang seni,” tutur Hilmi.

Hilmi tak sendiri, bersama dengan teman-teman yang memiliki misi visi sama di bidang seni, empat tahun lalu berinisiatif membentuk wadah ini. Kemudian tercipta pula Art Movement di Februari pada tahun yang sama.

Project besar bagi pria berkacamata ini adalah berkeinginan membuat taman seni yang ada di Kota Tangsel.

Dia sudah bercita-cita membentuk art space ini di Taman Kota II, BSD, Kota Tangsel. Dari segi tempat, menurut Hilmi, taman tersebut sudah miliki podium dan area untuk berekspresi.

BACA :  Dokter Gigi Muda Asal Lebak Beberkan Getirnya Perjalanan Karier, Daya Pikir Pernah 'Deadlock' saat Dihantam Tekanan Bertubi-tubi

“Kami dengar pemkot setempat juga sudah berencana untuk menjadikan Taman Kota II itu sebagai Art Space. Nantinya, akan ada lebih 40 komunitas yang berkumpul disana,” tutur pria yang juga mengajar di Surya University, Kabupaten Tangerang itu.

Sembari menunggu art spacenya terwujud, ternyata Hilmi pun menyibukan dirinya dengan berbagai kegiatan seni terutama dalam bidang melukis. Melalui bakatnya, pria yang pernah mengenyam S2 Seni Rupa ITB ini pernah mengikuti berbagai pameran di dalam dan luar negeri.

“Ya, saya pernah mengikuti pameran di Bandung, Semarang, terjauh itu di Amerika Serikat dan Belanda,” ungkapnya.

Mendengar jam terbang Hilmi yang tidak hanya “manggung” di dalam negeri saja, maka tak heran, lukisannya pun diminati oleh pecinta seni di dalam dan luar negeri.

BACA :  Wirjo Pengusaha Sale Pisang 'Kawakan' di Pelosok Lebak

Malahan belum lama ini, bersama dengan 8 orang pecinta dan pelaku seni di Surya University lainnya, Hilmi bergabung memamerkan karyanya di Galeri Bolsena 30. Di tempat itu, Hilmi dan kawan-kawannya mengusung Center for Art and Design (C4AD), yang lokasinya berdekatan dengan tempatnya mengajar.

“Semua hal yang saya lakukan, semata-mata untuk kemajuan kesenian di Tangerang. Art Space, Taman Budaya, itu cita-cita terbesar kami,” tuturnya.(Rus)



Terpopuler