Connect with us

METROPOLITAN

Disidik Kejari, PT Wawo Multi Karya Kontraktor Pengadaan Buku Rp 3,5 M di Tangsel Kabur

Published

on

Banten Hits – Kontraktor pengadaan buku di Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) senilai Rp 3,5 miliar tiba-tiba menghilang, menyusul langkah penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa.

PT Wawo Multi Karya yang diketahui menjadi kontraktor pengadaan buku lingkungan hidup pada Dinas Pendidikan Kota Tangsel, diduga melakukan plagiasme pada buku yang dicetaknya. Untuk total nilai anggaran sebesar Rp 3,5 M ini, negara telah dirugikan sebesar Rp 1,7 M.

“Saat ini kita masih cari kontraktornya. Masalahnya alamat PT (Wawo Multi Karya) itu sudah tidak lagi aktif,” ujar Kasi Intel Kejari Tigaraksa, Hadiyanto kepada Banten Hits, Senin (21/9/2015).

Hadi menambahkan, di surat kontrak tertera nama Kontraktor PT Wawo Multi Karya (WMK) dengan direktur berinisial AR. Saat ini, kata Hadi, penyidik Kejari Tigaraksa sedang melakukan pengejaran pada kontraktor tersebut.

BACA :  Geger Mayat Wanita Berbaju Muslim Mengambang di Sungai Cipager

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Mathoda, Senin (7/9/2015) kembali mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa yang tengah mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan buku. Sebelumnya, Jumat (4/9/2015), Mathoda juga telah mangkir dari pemanggilan.

(BACA JUGA : Korupsi Buku, Kadis Pendidikan Tangsel Dua Kali Mangkir dari Panggilan Jaksa) 

Terpidana korupsi alkes Tangsel yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Dadang M.Epid dalam kesaksiannya di sidang korupsi alkes di Pengadilan Tipikor Serang mengatakan, dinas pendidikan Tangsel merupakan satu dari enam SKPD gemuk di Tangsel.

Dalam sidang itu terungkap, pasangan wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dari Dinas Kesehatan Tangsel yang saat itu dipimpin Dadang M.Epid.  

BACA :  Diduga Keracunan, Puluhan Warga Sangiang Serang Dilarikan ke Pos Kesehatan Usai Santap Ikan Pindang

(BACA JUGA : Terungkap dalam Sidang Kasus Alkes, Airin-Banyamin Dapat THR dari Dinkes)

“Di rapat ploting besaran setoran sudah ditentukan, ada arahan walikota namun terkait prioritas pembangunan saja, infrastruktur, pendidikan, pokoknya ada enam skpd yang sudah diploting,” kata Dadang.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa terus melakukan penyelidikan kasus pengadaan buku lingkungan hidup di Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun anggaran 2013 senilai Rp 3,5 miliar.

(BACA JUGA : Proyek Pengadaan Buku Rp 3,5 M di Tangsel Disidik Kejari)

Informasi yang diperoleh Banten Hits di internal Kejari Tangerang menyebutkan, dalam proyek tersebut Kejari Tigaraksa mengendus adanya praktik plagiasi yang dilakukan oleh penerbit rekanan Dinas Pendidikan Kota Tangsel. Akibat plagiasi itu, negara dirugikan Rp 1,7 miliar.

BACA :  Tahun Ini, 3 Puskesmas Rawat Inap dan 2 Pustu Dibangun di Lebak

Selain adanya kerugian negara, proyek tersebut diduga tidak melalui proses lelang sebagaimana mestinya. Kuat dugaan, kasus tersebut melibatkan oknum di Dinas Pendidikan Tangsel bersama rekanan yang mengerjakan.(Rus)



Terpopuler