Connect with us

METROPOLITAN

PN Rangkasbitung Disebut Belum Layak Jadi Tempat Persidangan Anak

Published

on

Banten Hits – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak, menilai, Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung belum layak jika digunakan sebagai proses persidangan anak.

“Belum layak dan ini terbukti masih banyak saksi anak yang ketika berhadapan dengan pelaku masih ketakutan, bahkan sampai depresi trauma dan kerasukan,” kata Ketua P2TP2A Lebak, M. Hafidz, kepada Banten Hits, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, perlu ada ruangan khusus saat persidangan yang melibatkan anak, dimana, antara pelaku dan korban/saksi tidak dipertemukan secara langsung dalam satu ruangan.

“Ya, artinya antara pelaku dan saksi/korban tidak dikonfrontir dalam satu ruangan, bisa dipisahkan di bilik sidang yang lain,” sarannya.

BACA :  Belasan Preman dan Calo di Merak Diamankan Polisi saat Cipkon

Kejadian yang menimpa saksi/korban anak tersebut pernah terjadi beberapa waktu lalu, saat sidang pertama pemanggilan saksi dan korban pada kasus penganiayaan ‘Ri’, salah satu anak jalanan.

“Saksinya langsung depresi/trauma, sampai pingsan dan kesurupan melihat si pelaku. Ini kan salah satu bukti anak akan mengalami traumatik kembali saat bertemu dengan si pelaku secara langsung,” jelas mantan Ketua KTP Lebak tersebut.

Di bagian lain, ia juga menyinggung kepada Pemerintah Kabupaten Lebak yang seharusnya bisa aktif mendorong semua pihak, terutama kepada pihak keluarga untuk lebih peka terhadap kasus anak. Pasalnya, baik kasus pelecehan, eksploitasi bahkan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Lebak yang semakin meningkat.

BACA :  PHRI Sebut Kunjungan Wisatawan ke Pantai Carita Menurun

“Selain aktif memberikan pemahaman kepada semua pihak, Pemkab juga kita harapkan bisa peka dan peduli terhadap kasus yang menimpa kepada anak, jangan sampai Lebak justru menjadi daerah yang tidak aman untuk anak menjalani hidup dan bertumbuh kembangnya,” paparnya.(Rus)

 



Terpopuler