Connect with us

WISATA

Bagan Race Resmi Jadi Satu Destinasi Wisata di Banten

Published

on

Festival Tanjung Lesung 2015 telah tuntas digelar. Balapan bagan atau “Bagan Race” yang merupakan salah satu kegiatan yang dilombakan dalam Festival Tanjung Lesung, memiliki daya tarik tersendiri. Inilah untuk pertama kalinya bagan–yang sehari-harinya akrab dengan nelayan–dilirik untuk dijadikan ikon wisata di Banten.

Gubernur Banten Rano Karno bahkan menetapkan ‘Bagan Race’ menjadi destinasi baru pariwisata Banten untuk melengkapi destinasi pariwisata yang sudah ada di Provinsi Banten.

“Kalau Sumatera Barat ada ‘Tour the Singkararak’ , Banten kini punya ‘Bagan Race’. Ini pertama kalinya dan mungkin pertama di dunia,” kata Rano Karno saat melepas ‘Bagan Badak Race’ yang merupakan rangkaian acara Festival Tanjung Lesung  2015 di Pantai Kerang,  Panimbang , Kabupaten Pandeglang, Sabtu (31/10/2015).

Bagan adalah salah satu jenis alat tangkap yang paling banyak digunakan nelayan di Indonesia–tak terkecuali Banten. Namun, kini bagan di Banten tak sekadar alat tangkap ikan, namun magnet untuk menarik wisatawan.

Menurut Rano, seusai menyaksikan “Bagan Race” di Tanjunbg Lesung, balapan bagan tersebut ke depan harus terus dilestarikan dan dikemas lebih menarik bagi wisatawan baik dari domestik maupun mancanegara.  

“Jika tahun ini hanya 10 unit bagan, maka tahun depan harus lebih banyak lagi supaya lebih menarik. Begitu juga dengan masyarakat yang terlibat harus lebih ramai,” katanya.

Ia juga mengatakan, dengan adanya terobosan menciptakan destinasi pariwisata baru melalui even balapan bagan tersebut, diharapkan bisa lebih memberikan warna lain bagi pengembangan pariwisata Banten, khususnya wisata di Pantai Selatan Banten.

Rano berharap dengan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang akan memicu pengembangan pariwisata dan perekonomian di wilayah Banten Selatan, khususnya di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.  

“Tahun 2016 nanti tol Serang-Panimbang akan mulai dibangun. Ini akan menjadi urat nadi untuk kemajuan pembangunan Lebak dan Pandeglang di antaranya bidang Pariwisata,” katanya.

Ia mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang merupakan kerja bersama antara Pemprov Banten, Pemkab Pandeglang, pelaku pariwisata, dan seluruh masyarakat Kecamatan Panimbang, sehingga penyelenggaraan festival yang pertama kali di Indonesia ini dapat dilaksanakan.

“Saya optimistis, hari ini kita mulai untuk menanam, insya Allah nanti kita petik di tahun mendatang, tentunya harus terus dipupuk dan dirawat. Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus berpikir dan bertindak yang tepat dalam menyiapkan SDM agar memiliki kompetensi dalam berbagai bidang,” kata Rano.

Berikutnya, Rano mengharapkan peran media untuk lebih memperbanyak konten pemberitaan yang mempromosikan tujuan pariwisata Banten.

“Media juga telah berperan banyak, karena tanpa pemberitaan dan sosialisasi kita sulit bersaing. Oleh karena itu, kita harus mempunyai strategi dan marketing yang baik untuk bersaing dengan daerah lain,” tambahnya.(Rus)

Trending