Connect with us

METROPOLITAN

Dilarang Berjualan, Ratusan Pedagang Geruduk Kantor ASDP Merak

Published

on

Banten Hits – Ratusan pedagang yang biasa berjualan di dalam Pelabuhan Merak, Cilegon, Kamis (7/4/2016), mendatangi kantor PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak. Para pedagang ini menolak kebijakan sterilisasi zona di area seluruh dermaga pelabuhan.

Informasi yang dihimpun Banten Hits, protes pedagang kepada manajemen pelabuhan yang menghubungkan antara pulau Jawa dan Sumatera tersebut, setelah adanya imbauan agar para pedagang segera angkat kaki dari area pelabuhan, dalam jangka waktu dua bulan kedepan.

Pedagang yang menolak dan petugas keamanan sempat terlibat kericuhan. Bahkan, sejumlah pedagang berteriak histeris meminta agar mereka bisa kembali berjualan.

Diah Anggraeni (32) salah seorang pedagang kepada Banten Hits mengatakan, sangat keberatan dengan larangan yang dikeluarkan manajemen pelabuhan.

BACA :  Dir. Eksekutif Kadin Lebak: HS Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha

“Kita mau makan apa? Bagaimana untuk mencukupi kebutuhan sekolah anak-anak kita?,” tanya Diah.

Emosi para pengunjuk rasa semakin bertambah lantaran pihak ASDP tak kunjung menemui mereka.

“Kita disini dari jam 11, tapi sampai sekarang jam 3 enggak ada yang datang,” sesalnya.

Seharusnya, pihak ASDP juga memperhatikan nasib para pedagang kecil yang menggantungkan nasibnya di Pelabuhan tersebut.

“Sudah hampir 15 tahun kita berjualan di Pelabuhan. Kami ini orang enggak punya pendidikan, penghasilannya cuma dari hasil jualan,” keluh Serli, pedagang lainya.

Sementara itu, GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Tommy Kaungan mengaku, tidak pernah melarang para pedagang untuk berjualan di Pelabuhan. Ia hanya meminta agar saat ini para pedagang bisa berjualan secara tertib.

BACA :  Satpam KPU Nyabu di Tol

”Kemarin kita sudah sosialisasikan dengan ketua pedagang, mungkin ada yang salah waktu menyampaikan ke teman-teman pedagang lain,” kilahnya.

Meski saat ini diberlakukan sterilisasi, pihaknya tetap mengusahakan agar para pedagang tetap berjualan, namun dilengkapi tanda pengenal.

“Kita ingin Pelabuhan rapi tanpa menghilangkan pedagang. Mereka tetap berjualan. Kami khawatir kalau ada dari pusat yang meninjau terlihat kumuh, makanya kami minta pedagang dibuat dua shift agar lebih rapi,” pungkasnya.(Nda)



Terpopuler