Connect with us

METROPOLITAN

Tuntut Upah Layak, Pekerja Tol Tangerang-Merak Ancam Mogok Massal

Published

on

Tangerang – Karyawan PT Marga Mandala Sakti (MMS), pengelola jalan tol Tangerang – Merak yang tergabung dalam Serikat Karyawan Tol Tangerang Merak (SKTTM) akan melakukan mogok massal pada akhir Maret 2017 ini. 

 

Mereka menuntut PT MMS merevisi kenaikan upah 2017 yang ditetapkan secara sepihak. Menurut mereka, kenaikan upah 4,25-5,07% sangat tidak layak dan jauh tertinggal dibandingkan perusahaan di bawah naungan Astra Group, padahal PT MMS sejak 2014 hingga 2016 tercatat mendapatkan untung.

“Tahun 2014 perusahaan untung Rp 281 milyar, tahun 2015 untung Rp 332 milyar, dan 2016 untung Rp 77 milyar,” terang Ketua SKTTM Dicky Umaran dalam siaran pers yang diterima Banten Hits, Minggu (5/3/2017) malam.

BACA :  Pemiliknya Dirawat di RS, Rumah Permanen di Pandeglang Hangus Terbakar

“Dari data yang diperoleh SKTTM, kenaikan upah di PT. Marga Mandala Sakti dalam 4 tahun terakhir terus mengalami penurunan. Pada tahun 2013 pekerja mendapat kenaikan upah sebesar 16%. Tahun 2014 dan 2015 kenaikan upah turun drastis menjadi 8-10%. Sedangkan tahun 2016 kenaikan upah kembali turun hanya 4%. Kondisi kenaikan upah yang setiap tahun menurun ini tidak sebanding dengan peningkatan laba bersih perusahaan setiap tahun, yang selalu naik secara signifikan,” tambah pria yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (DPW ASPEK Indonesia) Provinsi Banten ini.

Sekretaris Jenderal  ASPEK Indonesia Sabda Pranawa Djati, mendesak Direksi PT. Marga Mandala Sakti untuk mau menerima usulan kenaikan upah tahun 2017 sebesar 10-15% yang diajukan oSKTTM yang merupakan anggota ASPEK Indonesia. Kenaikan 10-15% dinilai sangat wajar mengingat laba bersih perusahaan yang terus meningkat dan harga kebutuhan pokok masyarakat yang semakin tinggi. 

BACA :  Nekat Beradegan Porno di Joy.Live, Dua Wanita dan Sutradara di Melati Mas Diringkus Polres Tangsel

“Peningkatan kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas di saat laba bersih perusahaan juga meningkat. Kami masih menahan anggota kami yang berencana melakukan mogok kerja sesuai perundang-undangan yang berlaku, apabila pihak direksi mau merespon tuntutan SK TTM. Kami menunggu respon positif dari Direksi PT Marga Mandala Sakti untuk mencari solusi terbaik,” ungkap Sabda.

PT Marga Mandala Sakti, lanjut Sabda, seharusnya bersikap lebih adil kepada seluruh pekerjanya. Ketika laba bersih perusahaan setiap tahun meningkat, maka distribusi keuntungan perusahaan untuk kesejahteraan pekerja seharusnya juga ditingkatkan. 

“Tuntutan SKTTM kepada direksi PT Marga Mandala Sakti sesungguhnya sangat wajar, karena di setiap keuntungan perusahaan selalu ada kontribusi keringat dari pekerja,” jelasnya.

BACA :  Air Mancur Menari di Balong Ranca Lentah Rangkasbitung Ditarget Rampung Januari 2020

Belum ada pernyataan resmi PT MMS terkait rencana mogok massal para pekerjanya ini. Banten Hits masih mengupayakan konfirmasi.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler