Connect with us

METROPOLITAN

Masyarakat Antikorupsi Indonesia Berharap Pemeriksaan Airin terkait TPPU

Published

on

Tangerang – Nama Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany disebut memiliki keterkaitan dalam kasus korupsi dan Tindak Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret suaminya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Secara mendadak, Selasa (14/11/2017), KPK memeriksa Airin selama kurang lebih 8 jam. Belum diketahui pasti terkait perkara apa Airin kembali diperiksa.

BACA JUGA: Diperiksa KPK Lagi, Ini Indikasi Keterlibatan Airin pada Sejumlah Kasus Korupsi

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) yang pernah menggugat KPK ke sidang praperadilan karena dianggap lamban menangani sejumlah kasus korupsi dan TPPU Ratu Atut, berharap pemeriksaan Airin terkait kasus TPPU suaminya.

“Saya tidak tahu persisnya (pemeriksaan Airin terkait kasus apa), tapi dari rangkain pemeriksaan semoga memang terkait perkara-perkara Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan,” kata Koordinator MAKI Boyamin lewat pesan WhatsApp kepada Banten Hits, Jumat (17/11/2017) malam.  

BACA :  Wakil Wali Kota Tangerang Akui Kecolongan Ojek Online Bentrok dengan Angkot

“Proyek-proyek yang dimainkan Wawan adalah di Pemkot Tangsel sehingga konsekuensi logis Airin harus didalami perannya oleh KPK,” tambahnya.

Boyamin menegaskan, jika KPK suah menemukan dua alat bukti keterlibatan Airin dalam sejumlah kasus korupsi dan TPPU Wawan, maka KPK harus segera memproses hukum Airin.

MAKI menggugat praperadilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016). Gugatan kepada KPK terkait berhentinya penyidikan kasus korupsi mantan gubernur Banten Ratu Atut Chsoiyah yang stagnan selama tiga tahun sejak Atut ditetapkan sebagai tersangka suap Pilkada Lebak.   

BACA JUGA: Kasus Atut Mandek, Masyarakat Antikorupsi Indonesia Gugat KPK

Ada tujuh alasan gugatan praperadilan tersebut dilayangkan MAKI, di antaranya buruknya penanganan kasus Ratu Atut di KPK sehingga kasus harus mengendap tiga tahun.

BACA :  Gandeng Indonesia Indicator, Pemkab Pandeglang Pantau Pemberitaan Media

“Penetapan tersangka Ratu Atut Chosiyah telah berlangsung selama tiga tahun, sehingga dapat dikatakan KPK telah sukses membuat HUT tersangka RAC sebanyak tiga kali. Ulang tahun sebanyak tiga kali adalah sebuah rekor yang tentunya buruk dalam rangka pemberantasan korupsi,” ungkapnya.(Rus)

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler