Connect with us

METROPOLITAN

Motor Jadi Petunjuk Keberadaan Guru Penculik dan Korbannya di Rawa Arum

Published

on

Yusuf alias Sugeng alias Pram (kaos biru) saat ditangkap petugas Polres Lampung Selatan.(FOTO: Dok. Warga)

Cilegon – Jajaran Polres Lampung Selatan dibantu petugas Polsek Pulo Merak, Kota Cilegon, berhasil menangkap Yusuf alias Sugeng alias Pram (36), guru honorer di sebuah SMP di Bakahueni, Lampung Selatan yang menculik empat siswanya.

Penangkapan Sugeng yang baru seminggu mengontrak rumah milik Solihin di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon membuat kaget warga sekitar. Warga tak ada yang menyangka anak-anak yang tinggal di kontrakan bersama Sugeng merupakan korban penculikan.

BACA JUGA: Sembunyikan Korban di Kontrakan, Ini Cara Guru Penculik Kelabui Warga Rawa Arum

BACA :  Kecelakaan Beruntun Libatkan Delapan Mobil di Fly Over Balaraja, Satu Orang Siswi Tewas

Amin, warga yang tinggal persis di sebelah rumah yang dikontrak Sugeng mengatakan, petugas Polres Lampung Selatan dibantu jajaran Polsek Pulo Merak bersama warga menyisir setiap kontrakan untuk mencari pelaku.

Setelah cukup lama melakukan penyisiran, usaha petugas dan warga akhirnya mulai membuahkan hasil. Pelaku dapat ditemukan dari keberadaan sepeda motor dengan plat nomor asal Lampung sedang terparkir di depan rumah kontrakan pelaku.

“Awalnya polisi udah mengintai dan udah rame mencari pelaku di setiap kontrakan. Ketahuannya dari motor yang plat BE. Motornya juga kasus. Pinjem dari bapak kos yang dulu pas di Lampung,” jelasnya.

Saat dilakukan penangkapan, Amin sempat mendengar percakapan petugas kepolisian yang menginterogasi pelaku soal motif penculikan. Pelaku mengaku menculik karena dendam terhadap kepala sekolah di tempatnya bekerja.

BACA :  Reuni Beda Ala SMPN 1 Anyer Angkatan 89; Bersih-bersih Pantai hingga Diskusi Bahas Ekonomi Kreatif untuk Warga

Editor: Darussalam Jagad Syahdana.



Terpopuler