Connect with us

METROPOLITAN

Pencarian Wisatawan Asal Bogor Hilang di Pantai Lebak Diperluas

Published

on

Pencarian Mahasiswa Tenggelam

Ilustrasi/Pencarian terhadap salah satu mahasiswa yang terseret ombak Pantai Oar Pandeglang. (Dok. Banten Hits)arian

Lebak – Pencarian terhadap Suryadi (28), wisatawan asal Bogor yang hilang terseret ombak saat bermain di atas karang Pantai Karang Taraje, Kabupaten Lebak, pada Selasa (28/8/2018) lalu masih terus dilakukan Tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Basarnas Banten melalui Kasubsi Ops, Heru mengatakan, pencarian akan diperluas hingga radius 5 NM.

“Radius kita mencari sejauh 5 NM dari lokasi kejadian ke arah barat. Ada juga penyisiran ke arah barat dan sekitaran garis pantai beserta kendaraan untuk memberikan info kepada nelayan,” kata Heru saat dihubungi Banten Hits, Minggu (2/9/2018).

BACA JUGA: Tujuh Wisatawan Asal Bogor Terseret Ombak di Pantai Lebak

BACA :  Mayat Membusuk di KM 57 Tol Merak-Jakarta Korban Pembunuhan Anggota Polisi

Sebelumnya kata Heru, radius pencarian hanya sekitar 3-4 NM. Tingginya ombak Pantai Karang Taraje diakui Heru menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian.

“Kita berdoa agar hari ini ditemukan,” ujarnya.

Pencarian sambung Heru akan dihentikan jika dalam waktu tujuh hari, keberadaan Suryadi tak juga kunjung ditemukan. Namun, pencarian akan kembali dilakukan jika ditemukan tanda-tanda keberadaan.

“Kalau tujuh hari tidak ditemukan tanda-tanda dari korban akan kita hentikan dan akan kita lakukan pencarian kembali kalau ada tanda lagi,” jelas Heru.

Sementara itu, Ketua Balawista Lebak Erwin Komara Sukma mengatakan, Pantai Karang Taraje merupakan pantai dengan memiliki karang curam.

“Bukan lagi berenang, mereka sedang main di atas karang tiba-tiba ada ombak besar menghantam karang dan menyeret salah satu wisatawan,” katanya.

BACA :  Kemensos Minta Pengelolaan Anggaran UEP Akuntabel

BACA JUGA: Tenggelam di Kolam Renang Grand Waterpark Serang, Nyawa Balita Tak Tertolong

Di pantai tersebut ujarnya memang tidak terdapat relawan Balawista. Pasalnya, Balawista ditempatkan berdasarkan kebutuhan pengelola pantai.

“Pengelolanya desa. Kami sudah sering imbau kepada pengelola agar mau menyiapkan petugas pengawas dengan memberdayakan warga setempat. Wisatawan di sana (Karang Taraje-red) memang masih minim, makanya mungkin tidak ditempatkan petugas di sana,” terang Erwin.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler