Connect with us

METROPOLITAN

Asian Games 2018 Dongkrak Ekonomi Lokal Kabupaten Tangerang

Published

on

Asian Games 2018 dongkrak ekonomi lokal kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang terpilih Ahmed Zaki Iskandar bersama pegiat UKM di Kabupaten Tangerang menunjukkan cindera mata khas Kabupaten Tangerang pada Asian Games 2018. Pergelaran pesta olahraga terbesar di Asia ini mampu mendongkrak ekonomi lokal Kabupaten Tangerang.(Banten Hits/ Yogi Triandono)

Tangerang – Kabupaten Tangerang menjadi salah satu tuan rumah Asian Games 2018 menyusul digelarnya cabang olahraga modern pentathlon di SMA APM, Jalan Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Pergelaran pesta olahraga di Asia itu menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Tangerang. Sektor ekonomi lokal menjadi yang paling menikmati keuntungan Asian Games 2018.

Bupati Tangerang terpilih Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Asian Games menjadi salah satu cara memperkenalkan kearifan lokal Kabupaten Tangerang melalui UKM dan IKM yang ada. Salah satunya batik khas Tangerang yang memiliki dominasi warga ungu dan motif kacang. Serta, adanya topi bambu khas Tangerang yang dipadukan dengan batik.

“Satu hal keberuntungan untuk  kita yang setidaknya dapat menjajakan apa yang menjadi ciri khas Tangerang. Kami juga pasarkan dengan memberikan para official negara cindera mata khas daerah sini agar, minat mereka mau lagi kembali ke sini,” kata Zaki, Sabtu, 1 September 2018.

Hal senada disampaikan juga Ayu Safitri, pengrajin batik Tangerang asal Kecamatan Cikupa. Menurutnya, selain mampu mempromosikan batik khas Tangerang, Asian Games juga telah membawa berkah keuntungan penjualan buatnya.

“Kita ini buat dengan berbagai macam bentuk . Jadi, ada batik yang memang kain dan ada juga yang sudah menjadi berbagai macam benda seperti tas atau dompet. Minat dari para wisatawan internasional ini lebih pada barang-barang ini seperti tas atau dompet,” ungkapnya.

Dengan harga Rp 60 ribu hingga Rp 150 ribu, selama dua hari pelaksanaan Asian Games di Tangerang, Ayu dapat mengumpulkan Rp 4-5 juta dari hasil penjualan.

“Untungnya belum kita ketahui yang pasti dua hari ini sudah hampir Rp 5 jutaan. Ini beruntung sekali untuk kita, karena kalau biasanya, sehari satu juta pun sudah untung,” ujarnya.

Dalam proses pembuatan, ia telah menyiapkan 500 buah tas dan dompet sejak tiga bulan lalu yang memang disiapkannya untuk Asian Games.

“Sudah kita siapkan jauh jauh hari. Dan buatnya dibantu tiga rekan lainnya biar tidak kesusahan. Untuk satu buah tas atau dompet ini bisa satu sampai dua hari, tergantung dari si pembuatnya,” terang Ayu.

Ia berharap dengan adanya event besar tersebut, wilayah Tangerang dapat terus ditunjuk sebagai lokasi yang layak menyelenggarakan acara-acara internasional.(Rus)

BACA :  Kurdi Matin PTUN-kan SK Pemberhentiannya


Terpopuler