Connect with us

METROPOLITAN

Siswa MTs di Lebak Belajar sambil Duduk Beralaskan Tanah, Kemenag Akui Tak Bisa Beri Bantuan

Published

on

Siswa MTs di Lebak Belajar di Tanah

Siswa MTs Mathlaul Anwar, di Kampung Sariak Layung, Kabupaten Lebak harus belajar dalam kondisi duduk beralaskan tanah tanpa kursi. (Banten Hits/Fariz Abdullah)

Lebak – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak mengaku sulit memberikan bantuan kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathlaul Anwar, di Kampung Sariak Layung, Desa Peucangpari, Kecamatan Cigemblong.

Padahal, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut amat sangat memprihatinkan. Siswa harus rela belajar dalam keadaan duduk tanpa kursi namun hanya berlasakan tanah dengan kondisi ruangan kelas yang juga memprihatinkan.

Kasie Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak, Sudirman mengatakan, sekolah tak bisa mendapatkan bantuan karena sekolah tersebut merupakan filiar yang belum memiliki legalitas.

BACA :  Wujudkan Ketahanan Pangan, Distan Lebak Hibah Bibit Jagung ke Pondok Asimilasi Lapas Rangkasbitung

“Sekolah itu filial dari MTs Mathlaul Anwar di Sukamaju, Cijaku,”kata Sudirman ketika ditemui Banten Hits, di ruang kerjanya, Senin (10/9/2018).

Sudirman menjelaskan, Mts yang sudah berdiri empat tahun tersebut belum memiliki izin operasional yang merupakan salah satu syarat wajib untuk mendapat bantuan sarana maupun prasarana.

“Kita tidak bisa memberikan bantuan untuk sekolah itu karena tidak ada izin operasionalnya. Kalaupun ada, harus diberikan ke Mts induk,” jelasnya.

“Izin operasinalnya juga minimal harus lima tahun, dan jumlah siswa di sekolah itu juga hanya 49 orang,” tambahnya.

Kepala MTs MA Mathlaul Anwar Kampung Sariak Layung, Pudin menuturkan, sekolah tersebut dibangun karena keinginan masyarakat adanya sekolah di lokasi tersebut.

BACA :  Jelang Arus Mudik , Stasiun KA Rangkasbitung Optimalkan Fasilitas

Kursi dan meja yang pernah dimiliki namun habis dimakan rayap. Yayasan Mathlaul Anwar sejauh ini baru bisa memberikan bantuan baju batik dan buku kepada siswa.

“Ya memang sekolah ini karena dukungan dari masyarakat dan tokoh setempat. Untuk status tanah juga belum jelas, masih milik pribadi,” katanya.(Nda)



Terpopuler