Connect with us

METROPOLITAN

Pendekar Nusantara Peduli Bangun Monumen dan Musala di Lokasi Eks Tsunami Selat Sunda

Published

on

 
Pendekar Nusantara Peduli Bangun Monumen dan Musala di Lokasi Eks Tsunami Selat Sunda

Para Pendekar Nusantara dan warga ketika gotong royong melakukan penggalian untuk membangun pondasi. (Ist)

Pandeglang –  Pendekar Nusantara Peduli menggelar aksi sosial di Kampung Batu Hideung, Desa Cikujang, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Sabtu, 19 Januari 2019.

Selain aksi sosial, komunitas dari gabungan berbagai lembaga dan pendekar di Banten maupun nasional ini akan membangun musala dan monumen tsunami.

“Kita gelar traumatic healing, membangun dapur umum dan berbagi untuk anak sekolah yang terdampak tsunami,” kata panitia pelaksana Aden Sunandar kepada BantenHits.com, Minggu, 20 Januari 2019.

Aden mengaku aksi sosial berlangsung selama 2 hari namun untuk pembangunan mushola dan monumen ditargetkan rampung dengan menghabiskan waktu selama 60 hari kerja.

BACA :  Polisi Amankan Pelaku Sodomi 4 Bocah di Tangsel

“Jadi hari ini penutupan dapur umum dan peletkan batu pertama pembangunan mushola,” ucap pria yang akrab disapa Abi ini.

Menurutnya, musala dan monumen yang akan dibangun ini nantinya akan menjadi salah satu tempat untuk seluruh Pendekar Nusantara yang terlibat dalam pembangunan menggelar pertemuan dan doa bersama setiap tahun nya.

“Kita kemas juga menjadi salah satu objek wisata, jadi insha Allah kunjungan ke lokasi terdampak tsunami akan ramai oleh wisatawan, dan para pendekar yang menggelar doa bersama,” pungkasnya.

Sementara Jaka Surya Ketua DPP Forum Lintas Jageu Persakeu menjelaskan pembangunan musala dan monumen ini merupakan cermin identitas jati diri pendekar yang sesungguhnya.

BACA :  Pejabat DPMPTSP Kab. Tangerang Beda Pendapat soal Izin PT LSI

“karena pada dasarnya zaman para wali dan kesultanan pencak silat itu merupakan salah satu sarana silaturahmi dan penyebaran Islam di Nusantara terutama Banten,” kata Jaka.

Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan sebagai bukti pendekar atau paguron peduli sesama dan memiliki peranan sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Kita berharap melalui kegiatan ini setiap donatur maupun pemerintah kabupaten Pandeglang bisa lebih memperhatikan paguron/pendekar di masing-masing wilayah,” imbuhnya.

Jaka mengakui ke depan musala yang dibangun ini akan menjadi tempat pertemuan para pendekar Nusantara setiap tahunnya.

“Kita gelar doa bersama dan silaturahmi secara rutin untuk memperingati tsunami,” akunya. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler