Connect with us

METROPOLITAN

Korban Keracunan Ikan Pindang Bertambah, Enam Orang Terpaksa Dirujuk ke RSDP

Published

on

Salah satu korban keracunan Ikan Pindang ketika akan dirujuk ke RSDP. (Nurmansyah/BantenHits).

Serang- Puluhan warga desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang harus mendapatkan perawatan medis setelah mengeluh mual, mulas hingga diare, Rabu, 19 Juni 2019. Dugaan sementara mereka mengalami keracunan setelah menyantap ikan pindang yang dijual oleh pedagang keliling.

Saat kejadian, dilaporkan 26 warga dilarikan ke Pos kesehatan yang dibuat tim dari TNI-Polri. Namun hingga Kamis, 20 Juni 2019 jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 75 orang.

“Total semua 75, mudah mudahan pasiennya tidak nambah, tapi khawatir masih ada kita lihat besok, kalau hari ini sudah tidak ada lagi yang kesini berarti sudah ada perbaikan,”kata kepala puskesmas Mancak, Gigi Yanti kepada wartawan ditemui di Lokasi Kamis 20 Juni 2019.

Selain itu, sambung Yanti, terdapat 6 warga yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Drajat Prawira Negara (RSDP) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Beberapa dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,”terangnya.

Dugaan keracunan sendiri, Yanti mengaku belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan lantaran harus menunggu hasil laboratorium, saat ini menurutnya hanya hasil investigasi dari lapangan penyebab sementara akibat mengkonsumsi pindang.

“Hasil pemeriksaan kan belum keluar kalau sample sudah kita kirim sedang dalam proses pemeriksaan, kalau proses sekitar 10 hari lagi, kalau kita hanya dari hasil investigasi dari penderita saja, mudah-mudahan tidak ada dari hasil lain lagi, karena kalau ada hasil lain kan kita harus menyelidiki lagi,”paparnya.

Baca Juga: Diduga Keracunan, Puluhan Warga Sangiang Serang Dilarikan ke Pos Kesehatan Usai Santap Ikan Pindang

Sementara Camat Kecamatan Mancak, Inzul Aron mengungkapkan kejadian keracunan yang menyebabkan puluhan warganya mengeluh mulas, mual dan diare ini baru pertama kali terjadi.

“Sepanjang saya disni baru kali ini terjadi, pedagangnya sementara ini sudah di amankan oleh pihak kepolisian,”jelasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending