Connect with us

METROPOLITAN

Terungkap, Penjual Ikan Pindang ‘Misterius’ Telah Berjualan Selama 7 Tahun  

Published

on

Salah satu korban keracunan Ikan Pindang ketika akan dirujuk ke RSDP. (Istimewa).

Serang- Puluhan warga desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang mengeluh mual, mulas dan diare setelah mengkonsumsi ikan pindang dari seorang penjual keliling misterius. Diduga kuat mereka telah keracunan.

Bahkan, enam orang diantaranya terpaksa dirujuk ke RSDP untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Warga Mancak Keracunan, Pedagang Ikan Pindang Keliling ‘Misterius’ Diamankan

Jajaran kepolisian telah berhasil memeriksa penjual ikan Pindang misterius itu. Kapolsek Mancak AKP Nasir Eming mengatakan penjual itu berinisial SA. Saat ini SA belum diperbolehkan untuk berjualan sementara waktu sebelum hasil laboratorium dari sample ikan dan kuah pindang yang ia jual keluar.

Ia juga mengatakan, SA belum bisa dinaikan statusnya untuk ditahan, saat ini SA dalam pantauan pihak kepolisian.

“Sudah kita amankan, kita mintai keterangan tapi belum bisa kita tingkatkan statusnya ke penahanan karena belum ada hasil lab dari Dinas Kesehatan,” katanya

“Sementara kita himbauan tidak berjualan dulu samapai keluar hasil lab, jadi dia tidak boleh berjualan, baik di wilayah mancak atau di wilaulyah lain,”imbuhnya.

Beruntung, kata AKP Nasir Eming, pedagang ikan pindang tersebut kooperatif dan bisa di pantau. Ia menjelaskan, pedagang tersebut sudah tahunan berjualan namun baru kali ini terjadi banyak yang keracunan.

“Seperti biasa itu kan ikan pindang pengolahannya di asap, kuah pindang nya itu dipisah, masyarakat yang membeli itu ada yang dimasak lagi ada yang langsung di konsumsi, rata-rata yang keracunan itu yang langsung di konsumsi. pedagangnya kooperatif bisa setiap hari kita cek termasuk aktivitasnya,”jelasnya

Saat ini, ia mengaku, masih menunggu hasil lab untuk memastikan puluhan warga yang keracunan tersebut akibat mengkonsumsi ikan pindang atau bukan.

“Berjualannya setiap hari di wilayah mancak walaupun domisilinya di Cinangka, tapi tempat berjualannya di mancak sudah hampir 7 tahun, baru kali ini ada kejadian seperti ini makanya kita tunggu dulu hasil dari lakesda, kalau memang positif atau segala macem kita lanjutin lagi,” tandasnya

 

Editor: Fariz Abdullah

Trending