Connect with us

METROPOLITAN

Warga Dua Desa di Cibadak Setop Paksa Aktivitas Pembangunan Tol Serang-Panimbang

Published

on

Warga dua desa di Cibadak saat menyetop paksa aktivitas pembangunan jalan tol Serang-Panimbang. (BantenHits.com/Fariz Abdullah).

Lebak- Puluhan warga dua desa di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak melakukan aksi penyetopan paksa aktivitas pembangunan tol Serang-Panimbang, Rabu, 7 Agustus 2019. Mereka merupakan warga desa Cisangu dan Bojong Cae.

Puluhan kendaraan pengangkut tanah secara paksa diberhentikan oleh warga di Kampung Pasirmuli, Desa Cisangu, STA 19. Mereka menuntut PT Wijaya Karya atau Wika untuk menghentikan sementara aktivitas pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

Baca Juga: Tuntut Warga Lokal Dipekerjakan, Proyek Pembangunan Tol Serang-Panimbang Didemo

Pasalnya, ratusan meter tanah sisa milik warga disebut telah diurug secara paksa tanpa adanya pembayaran ataupun pembahasan.

BACA :  Balita di Jalan Dipati Unus Cibodas Diduga Dicabuli Tetangganya

“Yang pasti sebelum ada pembayaran, kami tidak mau tanah milik kami ini digarap, dan jika tidak ada realisasi kami terus melakukan aksi seperti,”kata Rosidin warga desa Cisangu mewakili warga lainnya di lokasi aksi.

Sementara itu Kades Cisangu Ideng Sukatma didampingi Kades Bojong Cae Usuf membenarkan adanya aksi penyetopan paksa yang dilakukan warga Cisangu dan Bojong Cae di lokasi pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

Menurut Ideng, warga merasa kesal lantaran ratusan meter sisa tanah milik mereka diurug secara paksa oleh pelaksana. Padahal, tanah yang kebanyakan merupakan sawah itu belum dilakukan pembayaran.

“Luas tanahnya memang variatif, ada yang 700 meter, 500 meter, 300 meter hingga terkecil 100 meter,”kata Ideng.

BACA :  DPRD Pandeglang Berikan Tiga Catatan soal Pelaksanaan APBD 2015

“Ada sekitar 16 bidah tanah warga yang diurug secara paksa,”tambahnya.

Ideng berharap agar PT Wijaya Karya segera mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat ini.

“Ya kita berharap segera ada solusi lah, mereka rata-rata petani, sekarang sawahnya diurug. Pasti gagal panen. Saya harap segera ada solusi,”imbuhnya.

Hingga berita ini publish BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi PT Wijaya Karya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler