Connect with us

METROPOLITAN

Santrinya Viral setelah Diterima Akmil dan Dituduh Radikal, Begini Disiplinnya SMA Unggul Al Bayan Gembleng Murid

Published

on

Enzo Zenz Allie (tiga dari kiri) saat mengikuti kegiatan di SMA Unggul Al Bayan Anger. Enzo mendadak viral setelah diterima Akmil kemudian dituduh terpapar kelompok radikal. (Dok.SMA Al Bayan Anyer)

Pandeglang – Sekolah SMA Unggul Al Bayan di Anyer, Kabupaten Serang, Banten menerapkan aturan yang super ketat bagi para muridnya. Dengan keketatan itu, berhasil melahirkan murid-murid berprestasi di segala bidang keilmuan.

Enzo Zenz Allie (18) misal, lelaki WNI blasteran Indonesia – Prancis ini berhasil lulus di Aademi Militer (Akmil) TNI AD, berkat niat dan prestasi yang dimilikinya, selama di sekolah.

Prestasi Enzo, tidak diragukan lagi di bidang olahraga, bahkan dia sudah dua kali mendapat mendali emas di O2SN cabang renang di tingkat Kabupaten Serang, dan Provinsi Banten.

Kepala Sekolah Al-Bayan, Deden Ramdhani mengaku bangga melihat anak muridnya berhasil meraih cita-cita yang diinginkan. Enzo memang, sudah dari kecil ingin menjadi TNI yang taat terhadap agama dan negara.

“Enzo dari kecil ingin jadi TNI saleh, selama di sekolah waktunya dihabiskan untuk belajar dan melatih fisik. Bahkan, waktu istirahat pun dia korbankan untuk melatih fisik,” kata Deden saat dihubungi BantenHits.com, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Menurut Deden, murid-murid di Al Bayan setiap jam 04.300 WIB dibangunkan untuk salat Subuh berjemaah, kemudian setelah itu memasuki kurikulim pembelajaran pertama, yang dilanjut dengan istirahat.

“Masuk lagi Jam 07.15 WIB untuk KBM sampai jam 15.30 yang dilanjut salat Ashar,” jelasnya.

Selama berada di Al Bayan, Enzo dan murid yang lainnya, terus didampingi untuk mendapat pembelajaran yang maksimal. Setelah lulus, murid di Al Bayan juga masih diwajibkan untuk tetap mondok sampai mendapat perguruan tinggi negeri/swasta (PTN/PTS) yang diinginkan.

“Program unggulan kami salah satunya, membimbing dan menemani anak murid sampai mendapat PTN atau PTS yang diinginkan. Jadi ketika anak sudah lulus, itu kami  tidak pulangkan, tapi kami wajibkan jmondok (Mesantren) lagi untuk mempersiapkan tes ke berbagai PTN atau PTS,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending