Connect with us

METROPOLITAN

Remaja Baduy Luar Diperkosa dan Dibunuh Sadis, Endusan Anjing Pelacak Terhenti di Lokasi Ini

Published

on

Warga ketika berkumpul di lokasi kejadian ditemukannya S, wanita cantik asal Baduy Luar yang tewas bersimbah darah.

Lebak – S (13), remaja warga Baduy Luar asal Kampung Karahkal, Desa Kanekes, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, diperkosa dan dibunuh sadis, Jumat, 30 Desember 2019.

Peristiwa ini membuat geger. Bahkan ratusan warga Baduy Dalam turut turun gunung ke lokasi terbunuhnya S.

BACA JUGA: Ratusan Warga Baduy Dalam Turun Gunung Tinjau Lokasi Pembunuhan Gadis Baduy Luar

Sast ini polisi tengah berupaya keras mengungkap pelaku pembunuhan S. Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi kini juga menunggu hasil autopsi.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, berdasarkan penyelidikan Tim Inafis Polda Banten dan Polres Lebak, korban S diduga dibunuh dengan menggunakan menggunakan golok milik orang tuanya. Golok itu sehari-hari digunakan ayah dan kakaknya untuk berkebun.

Edy menuturkan, hingga saat ini senjata tajam itu masih dalam pencarian. Adapun sarung golok sudah disita sebagai barang bukti.

“Hanya sarungnya saja yang ditemukan di TKP. Kita sudah menerjunkan tim khusus yakni K9 atau unit anjing pelacak milik Ditsamapta Polda Banten untuk mencari,” kata Edy saat dihubungi, Minggu, 1 September 2019 seperti dilansir iNews.id.

Dia menjelaskan, anjing pelacak telah menelusuri dan mengendus jejak pelaku yang diduga lari ke hutan. Kendati demikian, jejak itu belum terungkap.

S ditemukan tewas oleh kakak kandungnya, Jumat, 30 Agustus 2019,dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya bersimbah darah dengan luka sobek di wajah, bahu, dan lengannya. Selain dibunuh, korban pun diduga jadi korban pemerkosaan. Polisi menemukan bekas sperma di tubuh korban.

S selama ini tinggal bersama orangtuanya di saung atau gubuk Kampung Kadu Heulang, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, yang masuk wilayah Baduy Luar. Di tempat itu orangtua mereka merawat kebun milik warga.

“Semoga dalam waktu dekat kasus ini cepat terungkap,” kata dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending