Connect with us

METROPOLITAN

Kekeringan, 400 Hektar Sawah Produktif di Lebak Puso

Published

on

Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Kresek Terancam Gagal Panen

Ilustrasi Gagal Panen. (Dok.BantenHits).

Lebak- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 400 hektar sawah di Lebak mengalami puso atau gagal panen akibat Kekeringan pada tahun 2019.

Parahnya, sawah yang mengalami puso merupakan lahan produktif yang didominasi di wilayah Kecamatan Malingping dan Wanasalam.

Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Lebak,  Dede Supriatna mengatakan, musim kemarau pada tahun 2019 ini telah berdampak pada mengeringnya saluran irigasi pertanian yang akhirnya ribuan sawah produktif di Lebak mengalami kekeringan.

“Kita telah data sebanyak 400 hektar sawah produktif mengalami gagal panen, sehingga petani mengalami kerugian,” kata Dede, kepada awak media, Senin, 9 September 2019.

Menurutnya, gagal panen ini selain karena kekeringan juga para petani lambat dalam masa tanamnya. Sehingga, suplai air kepesawahan tersendat bahkan kering.

“Guna membantu para petani yang sawahnya puso, kami akan coba ajukan bantuan benih ke kementerian, karena program kompanisasi tidak tidak bisa akibat tidak ada air yang dapat diserap,” ujarnya.

Lebih jauh Dede menjelaskan saat ini ada asuransi bagi pesawahan petani yang terkana gagal panen. Namun, 400 hektar lahan yang terkana puso ini tidak terdaftar dalam asuransi pertanian. Sehingga, kerugian ini ditanggung sepenuhnya oleh petani.

“Walau banyak lahan pertanian yang gagal panen, namun ketahanan pangan masih setabil dan tidak berpengaruh besar pada kenaikan harga beras.

“Memang kenaikan beras terjadi. Namun kenaikannya masih dinilai normal,” tuturnya.

Terpisah kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi menyatakan, musim kemarau atau kering diperkirakan masih akan berlanjut hingga bulan Oktober 2019.

“Kemarau diperkirakan sampai Bulan Oktober dan yang kita khawatirkan masa peralihan musim nanti dari kemarau ke musim hujan, karena masa itu adalah masa cuaca ekstrim yang rentan dengan bencana longsor khususnya,” paparnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending