Connect with us

METROPOLITAN

Peringati World Clean Up Day 2019, Lintas Komunitas Ramai-ramai Bersihkan Sampah di Pulau Oar

Published

on

Sejumlah komunitas di Pandeglang ramai-ramai membersihkan sampah di Pulau Oar, Minggu, 22 September 2019. (BantenHits.com/Engkos Kosasih)

Pandeglang – Ratusan pegiat alam bebas dari berbagai komunitas melakukan aksi bersih-bersih sampah bekas Tsunami Selat Sunda di Pulau Oar, Kecamatan Sumur, Minggu 22 September 2019. Selain membersihkan sampah, mereka juga menanam pohon kelapa di Pulau Oar.

Kegiatan yang bertajuk #SavePulauOar itu untuk memperingati World Clean Up Day 2019. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mengembalikan citra Pulau Oar sebagai objek wisata di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

“Kami ada sekitar 250 orang, datang ke sini (Pulau Oar) sengaja untuk membersihkan Pulau Oar yang sebelumnya berserakan sampah dan puing -puing bekas tsunami,” kata Ketua Pokdarwis Ujung Kulon, Hudan Zulkarnain.

Menurut Hudan, kegiatan ini diinisasi berbagai komunitas, seperti kelompok lokal, organisasi mahasiswa & siswa, tour operator dan komunitas lainnya, yang mengumpulkan donasi melalui layanan kitabisa.com.

“Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membeli bahan atau material dan kebutuhan lainnya untuk mengembalikan kondisi Pulau Oar,” jelasnya.

Anggota komunitas di Pandeglang menanam pohon kelapa di Pulau Oar yang sempat luluh-lantak oleh Tsunami Selat Sunda. Selain menanam pohon kelapa, lintas komunitas di Pandeglang ramai-ramai bersihkan sampah di Pulau Oar untuk memperingati World Clean Up Day 2019. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Di tempat terpisah, untuk memperingati World Clean Up Day, relawan dari berbagai komunitas, mahasiswa, siswa-siswi dan masyarakat di Pandeglang, malakukan bersih-bersih sampah di Pantai Teluk, Desa Teluk, Kecamatan Labuan.

Tumpukan sampah di pantai itu sempat di soroti oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melalui akun twitternya pada, Rabu, 1 Agustus 2018.

Susi menganggap Pantai Teluk, yang tidak jauh dari pelelangan ikan ini, dapat merusak sumber daya perikanan dan mengancam kesehatan masyarakat, sehingga dia meminta agar pemerintah daerah segera membersihkannya.

Editor: Darussalam Jagad Syhadana

Trending