Connect with us

METROPOLITAN

Didominasi Usia Produktif, Pengidap HIV-AIDS di Kota Serang Capai 311 Orang

Published

on

Ketua Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang Ade Jumaiyah Syafrudin mengungkapkan, 311 warga Kota Serang terjangkit virus HIV-AIDS. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Pengidap Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) di kota Serang saat ini mencapai mencapai 311 orang, dengan rincian 128 orang mengidap HIV dan 183 orang mengidap AIDS. Mirisnya, pengidap didominasi usia produktif, yakni 15 sampai 64 tahun.

Hal itu dikatakan Ketua Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang Ade Jumaiyah Syafrudin usai mengunjungi dan memberikan bantuan uang kepada salah satu warganya pengidap HIV.

“Jika ada warga yang terkena AIDS/HIV jangan dijauhin, nanti minder dan stres. Bukannya sembuh penyakitnya semakin parah. Jadi harus dikasih hiburan agar semangat hidup, saya aja tidak takut dengan korban, tadi saya aja salaman,” ucap Ade kepada wartawan di Kota Serang, Kamis 3 Oktober 2019.

BACA :  OTP Bandara Soetta Capai 80 Persen, Angleb tak Ada Kendala

Istri orang nomor satu di Kota Serang, menerangkan untuk keadaan korban yang terkena penyakit HIV yang di jenguk saat ini keadaanya sudah sehat dan ada kemajuan. 

“Awalnya kakinya tidak bisa bergerak, sekarang sudah bisa. Kita juga berikan bantuan sedikit dari pemerintahan berupa uang untuk membeli kursi roda karena saat ini sudah bisa duduk yang tadinya tidak bisa duduk. Sekarang korban ingin beli korsi roda. Makannya kita datang kesini untuk memberikan bantuan itu,” paparnya. 

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kota Serang tidak mengucilkan pengidap penyakit HIV/AIDS, namun harus diberi dukungan supaya pengidap tetap memiliki semangat.

Sementara itu, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Serang Ahmad Budiman menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan pengobatan kepada korban AIDS tersebut. 

BACA :  Puluhan Pelajar TK Setiabudi Belajar Simulasi Pemadaman Api

“Di Provinsi Banten ini sudah memiliki dua pendamping, yang pertama dari Yayasan Konteks Mandiri Jakarta dan satu nya lagi dari pembentukan dari KPA Provinsi Banten. Tugas mereka ini ada dilayanan, mereka yang mendampingi korban yang terinveksi serta mempermudah mengambil obat dan memberi suport,” tukasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Terpopuler