Connect with us

METROPOLITAN

Ternyata Pria yang ‘Harakiri’ setelah Tikam Istri dan Dua Anaknya Kerap Kantongi Obat Jenis Ini

Published

on

Rumah yang dihuni Aat dan Rukmini bersama dua anaknya di Kampung Pasir Kaloncing. Aat nekat menikam istri dan dua anaknya kemudian menghujamkan pisau yang digunakan untuk melukai istri dan anak ke perut sendiri. (BantenHits.com/ Fariz Abdullah)

Lebak – Peristiwa berdarah terjadi di Kampung Pasir Kaloncing, Desa Kaduagung Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Jumat, 4 Oktober 2019.

Aat (28) mengamuk menikamkan pisau kepada istrinya Rukmini (38) dan dua anaknya Asih (19) dan Luri (13). Sadisnya, usai melakukan aksi brutal, Aat kemudian harakiri menghujamkan pisau ke jantungnya berkali-kali.

BACA JUGA: Pria di Pasir Kaloncing yang ‘Harakiri’ Usai Tikam Istri dan Dua Anaknya Pernah Ditolak Menikah karena Temperamental

Luri, korban yang masih anak, harus mendapatkan luka pada bagian perut. Bocah yang duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini ditusuk menggunakan pisau dapur oleh Aat saat akan menyelematkan Rukmini dan Asih yang tengah diamuk oleh pria yang baru saja menjadi ayahnya sejak 2 bulan silam.

“Teteh saya (Asih) lagi nyetrika, mamah di dalam (kamar) terus berteriak. Saya dan teteh ngejar. Saya dorong pelaku dan bawa mamah ke luar (ruang tengah). Tapi pelaku ngejar lagi akhirnya teteh saya tertusuk kepalanya, mamah juga begitupun perut saya,” kata Luri saat ditemui awak media di kediamannya.

Luri mengungkapkan, selama menjadi ayahnya ia kerap melihat Aat berprikalu kasar terhadap Rukmini juga dirinya.

“Galak, sering marah-marah. Rumah tangga baru dua bulan,”ungkapnya.

Selain tempramental, lanjut Luri, Aat merupakan sosok perokok hebat. Di mana kesehariannya ia hanya beraktivitas untuk merokok dan membantu Rukmini yang berjualan.

“Tapi itu suka lihat ada obat-obat tea, obat kecil warna kuning. Suka disimpan dalam kantongnya,” tandasnya.

Beberapa saat setelah kejadian, Aat yang juga terluka sama seperti tiga korban lainnya, langsung dilarikan ke rumah sakit.

Haris, salah satu keluarga korban menerangkan, Aat dan Rukmini bersama Asih, anaknya yang paling besar masih menjalani perawatan. Sementara anaknya yang kecil sudah bisa pulang.

“Kalau Bu Rukmini belum bisa ngomong soalnya banyak luka tusukan. Asih juga sama masih di rumah sakit begitupun Aat. Semuanya masih mendapatkan perawatan medis. Hanya Luri anak kedua korban yang sudah pulang,” kata Haris kepada BantenHits.com di rumah korban, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending