Connect with us

METROPOLITAN

Duh, Sudah Lima Tahun Siswa SMA Negeri 2 Cijaku Lebak Menumpang di Madrasah

Published

on

Foto ilustrasi: para pelajar SMA Negeri 1 Cirinten Lebak belajar lesehan di ruang kelas hasil pinjaman dari sekolah lain.(Banten Hits/ Fariz Abdullah)

Lebak – Sejak SMA Negeri 2 Cijaku, Kabupaten Lebak resmi berdiri 2014, siswa sekolah ini tak pernah merasakan nyamannya belajar di gedung sekolah milik sendiri.

Selama lima tahun ini, siswa SMA Negeri 2 Cijaku menumpang belajar di salah satu madrasah ibtidaiyah (MI) yang ada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak.

Karena belum memiliki gedung sendiri, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMA Negeri 2 Cijaku tidak bisa dilakukan full day school karena harus bergantian dengan siswa MI.

”Kalau SMA negeri lain, proses belajarnya Senin- Jumat. Kalau sekolah kami, belajarnya Senin sampai Sabtu. Kami belajar mulai pukul 07.00 WIB
sampai pukul 12.00 WIB. Karena pukul
13.00 WIB, sekolah tempat kami menumpang belajar ini digunakan siswa MI,” terang salah satu siswi SMAN 2 Cijaku seperti dilansir Koran INDOPOS, Selasa, 19 November 2019.

Tajudin, salah seorang tokoh masyarakat setempat berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten segera merealisasikan pembangunan gedung SMAN 2 Cijaku yang merupakan USB (unit sekolah baru) di Desa Mekarjaya. Apalagi, banyaknya minat warga melanjutkan sekolah ke sekolah negeri satu-satunya di Kecamatan Cijaku tersebut.

”Kami, siap menyediakan lahan untuk pembangunan unit sekolah baru yakni untuk gedung SMAN 2 Cijaku. Agar proses belajar mengajar anak-anak kami tidak tergangggu oleh sekolah lain,”terangnya.

Tajudin juga mengatakan, harga tanah di daerahnya masih murah dan tidak semahal harga tanah di perkotaan. Jadi, katanya juga, tidak ada alasaan bagi Pemprov Banten tidak mampu dalam pengadaan tanah dan pembangunan USB tersebut.

“Kami berharap pak gubernur dan pak wakil gubernur membangun segera gedung SMAN 2 Cijaku yang merupakan SMA negeri satu-satunya di Kecamatan Cijaku, sesuai dengan janji kampanye dulu,”cetusnya.

Kepala SMAN 1 Cijaku Iwan Sumantri yang merupakan sekolah induk SMAN 2 Cijaku, mengatakan selama lima tahun berdirinya sekolah filial SMAN 2 Cijaku proses belajar mengajar masih menumpang di sekolah madrasah.

Namun demikian, kata Iwan juga, proses belajar mengajar siswa SMAN 2 Cijaku tidak pernah terganggu karena sudah ada kesepakatan dengan pengurus madrasah terkait pembagian jam belajar. Jika siswa SMAN 2 Cijaku belajar pagi, dan siswa MI belajar siang.

”Memang tidak bisa dilakukan full day school, karena kami menumpang. Karena itu belajarnya harus gantian dengan siswa madrasah,” terangnya.

Iwan juga mengatakan, banyak masyarakat setempat yang menyodorkan tanahnya untuk dibangun gedung SMAN 2 Cijaku.

“Saat ini ada tiga titik lahan milik warga yang menyatakan siap tanahnya dibebaskan untuk pembangunan unit sekolah baru yakni SMAN 2 Cijaku,” terangnya.

Iwan berharap pada 2020 men￾datang, Pemprov Banten bisa mem￾bangun gedung SMAN 2 Cijaku agar 96 murid yang ada saat ini di sekolah di sana bisa belajar dengan nyaman.

”Tahun ini sudah tahun ketiga SMAN 2 Cijaku meluluskan siswa, ada siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri,” cetusnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten M Yusuf belum dapat memastikan kapan gedung SMAN 2 Cijaku akan dibangun.

”Saat ini semuanya dalam proses perencanaan. Jadi saya tidak bisa berkomentar banyak,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: Koran INDOPOS

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending