Connect with us

Hiburan & Olahraga

Sukses Borong Empat Penghargaan di Liga 2, Modal Besar Persita Arungi Liga 1

Published

on

Aldi Al Cahya (kiri) meluapkan kegembiraan saat sukses menciptakan gol ke gawang PSPS Riau. Dalam laga lanjutan Liga 2 yang berlangsung di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, Sabtu, 6 Juli 2019, Pendekar Cisadane menang besar 5-0 dari tim tamu. (Foto: Istimewa / Marketing Communication Team and Local Media Officer Persita Tangerang)

Tangerang – Perjuangan Persita Tangerang untuk menuntaskan dahaga lima tahun absen di Liga 1 Indonesia telah terwujud. Bahkan, meski hanya menjadi runner up, satu-satunya tim sepakbola yang mewakili Provinsi Banten di kasta sepakbola tertinggi di Indonesia ini berhasil membawa pulang empat penghargaan.

BACA JUGA: Detik-detik yang Menentukan bagi Persita Setelah Lima Tahun Vakum di Kasta Tertinggi Sepakbola Indonesia

Empat penghargaan yang berhasil diborong tim besutan Widodo Cahyono Putro di Liga 2 yakni, penghargaan sebagai runner up Liga 2 dengan hadiah Rp 1M; penghargaan sebagai Tim Fair Play Liga 2; Top Scorer Liga 2 yang berhasil diraih Striker Persita, Sirvi Arfani; serta penghargaan sebagai tim paling produktif di Liga 2.

Dilansir bolaskor.com, Persita Tangerang mendapat predikat tim fair play setelah tercatat hanya melakukan 230 pelanggaran dari sederet pertandingan sebelum final Liga 2 2019. Sebanyak 44 kartu kuning dan satu kartu merah diterima Persita sepanjang musim Liga 2 2019.

Persita juga menjadi tim paling produktif setelah berhasil mengemas 44 gol di Liga 2 2019. Bahkan, striker Persita, Sirvi Arfani, dinobatkan sebagai top scorer Liga 2 2019 dengan koleksi 14 gol.

Kebobolan di Menit Awal dan Akhir

Dalam laga sengit di Stadion I Wayan Dipta, Persita Tangerang harus kebobolan pada menit awal. Saat pertandingan memasuki menit 11 dan 14 dua pemain Persik Kediri, Risna Prahabenta dan Sandrian merobek jala gawang yang dijaga Annas Fitrato.

Ketinggalan dua gol, para pemain Persita seperti dilecut. Mereka terus mengorganisir serangan dari sayap kiri dan lini tengah hingga akhirnya sukses menyamakan kedudukan  lewat sundulan M Roby pada menit 23 dan Sirvi Arfani pada menit 37. Skor imbang 2-2 bertahan hingga pluit akhir babak pertama dibunyikan wasit.

Pada babak kedua kedua tim masih bermain dengan tempo tinggi. Bahkan Annas Fitrato tercatat dan sejumlah pemain belakang Persita beberapa kali melakukan  penyelamatan gemilang. Salah satunya saat Iqmal Samsu berhasil Annas, bola yang sudah berada di mulut gawang disapu Rio Ramandika.

Saat babak kedua tinggal menyisakan satu menit waktu normal, Persik kembali berhasil menggetarkan jala gawang Persita lewat sepakan Wimba Sutan Fanosa.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending