Connect with us

Berita Utama

Pengumuman Empat Warga Banten Positif Corona Jadi Kontroversi, WH Klaim Sikapnya Bentuk Keterbukaan Informasi

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim saat memberikan pernyataan soal warga Banten terjangkit Corona. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim alias WH mengumumkan secara resmi empat warga Banten positif terjangkit virus Corona penyebab COVID-19, Kamis malam, 12 Maret 2020.

Keputusan WH tersebut memicu polemik. Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto atau Yuri mempertanyakan asal data Wahidin Halim.

“Saya tidak dengar Gubernur Banten itu dapat data dari mana meriksanya karena kita tidak pernah menyampaikan data ini kepada gubernur. Data ini disampaikan ke Dinkes untuk kemudian dilakukan tracing,” kata Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020 seperti dilansir detik.com.

Menyikapi Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan, dirinya mendapatkan informasi perkembangan terkini Virus Corona (Convid-2019) di Provinsi Banten dari sumber resmi dan dipercaya. Apa yang disampaikannya ke masyarakat Banten untuk menjawab atas pertanyaan masyarakat yang meminta kejelasan dan keterbukaan informasi.

BACA :  Angkot Perintis Trayek Terminal Aweh-Mandala Segera Beroperasi

“Saya percaya masyarakat Banten merupakan masyarakat yang agamis dan taat beribadah. Tidak akan mudah panik, tidak terjadi panic buying,” ungkapnya melalui keterangan pers, Jumat 13 Maret 2020 

“Apa yang saya sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sebagaimana diamanatkan oleh UU KESEHATAN dan saya memahami protokoler serta menghormati peran Juru Bicara convid-2019,” tambah WH.

Dijelaskan, amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 155, Pemerintah Daerah aktif mengumumkan ke masyarakat daerah-daerah mana saja yang menjadi sumber penularan penyakit.

“Langkah yang saya merupakan amanah undang-undang sekaligus untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial,” jelas Gubernur WH.

Gubernur juga mengimbau masyarakat agar menghindari tempat-tempat pertemuan dan keramaian umum,  dan diusahakan sedapat mungkin tidak melakukan perjalanan ke tujuan negara-negara yang terkena wabah Virus Corona. 

BACA :  BRI Rangkasbitung Salurkan Sarana Penunjang Kesehatan Covid-19 ke RSUD dr. Adjidarmo: Nilainya Rp246 Juta

“Saya berharap agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada,  serta selalu menjaga kesehatan, mencuci tangan dengan sabun, konsumsi gizi seimbang, istirahat yang cukup dan selalu berolahraga,” tegas WH.

Sebagai informasi, Pasal 155 ayat 1 UU Nomor 36 Tahun 2009 berbunyi:

1. Pemerintah daerah secara berkala menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu yang singkat, serta menyebutkan daerah yang dapat menjadi sumber penularan.

2. Pemerintah Daerah dapat melakukan surveilans terhadap penyakit menular sebagaimana dimaksud pada ayat 1.

3. Dalam melaksanakan surveilans sebagaimana dimaksud pada ayat 2, pemerintah daerah dapat melakukan kerja sama dengan masyarakat

Sementara, pasal 4 mengamanatkan, Pemerintah Daerah juga bisa menetapkan jenis penyakit warganya, kemudian melakukan karantina terhadap warga yang terkena penyakit menular.

BACA :  Terpilih Secara Aklamasi, Herman Resmi Nahkodai Kesti TTKKDH Kota Serang Periode 2021-2026

Pemerintah Daerah, pasal 5, dalam menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu singkat dan pelaksanaan surveilans serta menetapkan jenis penyakit yang memerlukan karantina, tempat karantina, dan lama karantina perpedoman pada ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler