Connect with us

Berita Utama

Sudah Bersiap New Normal Mendadak Muncul Lonjakan Sehari 7 Orang Positif Covid-19 di Cilegon, Gugus Tugas Keluarkan Ultimatum

Published

on

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putera saat memberikan keterangan pers. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon – Kasus positif Covid-19 di Kota Cilegon mendadak melonjak. Dalam satu hari, Rabu, 10 Juni 2020, tujuh orang dinyatakan positif. Padahal, Pemkot Cilegon sedang bersiap menghadapi new normal.

Bedasarkan data sebaran kasus sebaran Covid-19 hingga Kamis, 11 Juni 2020 terdapat 17 orang terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian 323 Orang Tanpa Gejala (OTG), 646 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 103 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Melalui siaran pers Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putera mengungkapkan, satu dari tujuh warga tersebut berinisial AP (36) berjenis kelamin laki-laki berdomisili di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.

BACA :  Pesan Wabup Serang kepada Pemuda di HUT RI Ingatkan Perjuangan Pahlawan dan Cinta Tanah Air

AP melakukan Swab di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon pada 10 Juni 2020 yang hasilnya keluar hari itu juga.

“Kemudian pada hari itu juga hasil PCR
(Polymerase Chain Reaction) yang dikeluarkan RSKM Cilegon menyatakan bahwa AP Positif Covid-19. Pada hari ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, merujuk AP ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet untuk ditangani lebih lanjut,” ungkapnya.

Aziz membeberkan untuk pasien Kedua dengan inisial MN (45) jenis kelamin perempuan warga Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang. Pasien ketiga berinisial IM (37) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon.

Selanjutnya pasien keempat berinisial NM (36) jenis kelamin perempuan, warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Pasien kelima berinisial SM (26) laki-laki, warga Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon.

BACA :  Insiden Pesawat Kurang Oksigen, Penumpang: Enggak Mau Pakai Express Air, Trauma

Pasien keenam berinisial HR (26) jenis kelamin laki-laki, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, dan pasien ketujuh berinisial HD (31) jenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil.

“Untuk yang kedua dan yang ketujuh melakukan Swab di RSUD Cilegon pada 3 Juni 2020, kemudian pada 10 Juni hasil PCR yang dikeluarkan Balai Besar Teknik Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa inisial yang kedua sampai ketujuh terkonfirmasi positif Covid-19. Pada hari itu juga 10 Juni 2020 Dinkes Cilegon merujuk keenam warga positif tersebut ke RSUD Cilegon,” bebernya.

Aziz menambahkan untuk saat ini terdapat 12 orang yang masih dalam perawatan kasus Covid-19.

Ajiz juga mengultimatum warga agar tetap di rumah, hindari kerumunan dan gunakan masker apabila terpaksa harus keluar rumah.

BACA :  Dana Pilkades Sudah Bisa Dicairkan

“Dengan bertambahnya kasus positif di Kota Cilegon kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap di rumah dan gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah. Hindari kerumunan dan cuci tangan dengan sabun untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Cilegon,” imbuhnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Hisyam

    23/06/2020 at 16:18

    Menurut Pakar Sosiologi UNAIR penerapan New Normal dapat memicu terjadinya konflik sosial. Hal itu dikarenakan kondisi pandemi saat ini memberikan pengaruh sosial-ekonomi yang begitu besar. Imbasnya, berbagai pihak harus beradaptasi, mulai sisi produktivitas hingga konsumsi, serta mendesain rencana bertahan yang matang. Selengkapnya baca disini http://news.unair.ac.id/2020/06/13/new-normal-pakar-sosiologi-unair-konflik-sosial-berpotensi-terjadi-di-seluruh-kalangan-masyarakat/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler