Connect with us

Berita Utama

DPP Gerindra Turunkan Tim Telusuri Perempuan Berinisial LL yang Ngamar dengan Ketua DPRD Lebak sebelum Tewas

Published

on

Ketua DPRD Lebak Dindin Nurochmat (tengah) Dan Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Lebak (Hitam) saat menggelar diskusi membedah visi DPRD Lebak 2019-2024.(Dok.BantenHits.com) 

Jakarta – Hingga Selasa, 8 September 2020, atau dua hari sejak kematian Ketua DPRD Lebak Dindin Nurohmat di salah satu kamar Hotel Marilyn Serpong, Kota Tangerang Selatan, Minggu, 6 September 2020, sosok wanita LL masih misterius.

Keberadaan LL bersama Dindin di dalam kamar pertama kali diungkap Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan.

Meski sosoknya masih misterius, LL disebut-sebut merupakan istri siri Dindin. Informasi itu diperoleh politikus Gerindra, Habiburokhman. Namun, ia mengatakan kabar tersebut juga belum pasti dan perlu dicek kebenarannya.

“Soal Ketua DPRD Lebak saya belum dapat informasi yang fix. Ada yang bilang itu dengan istri siri, beliau lalu terkena serangan jantung, tapi kita perlu mengkonfirmasi lebih lanjut,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 8 September 2020, seperti dilansir Suara.com–jaringan BantenHits.com.

Kekinian, untuk memastikan kabar soal siapa sosok LL dan apa penyebab kematian Dindin, DPP Partai Gerindra menerjunkan tim ke lokasi kejadian.

BACA :  Bengkel Mobil Milik Tokoh Masyarakat di Bawah Fly Over Merak yang Terbakar Diduga Ilegal, Dari Mana Sumber Dua Ledakan?

“Ini tim kami dari DPP datang ke lokasi meminta informasi dari pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait. Jadi kami nggak tahu infromasi resminya, belum dipastikan apakah karena makanan, karena serangan jantung atau apa kami belum tahu,” ujarnya.

Sebelumnya, ada fakta baru yang ditemukan terkait tewasnya pimpinan legislator di Lebak tersebut. Ternyata, Didin sempat ditemani seorang wanita berinisial LL sebelum ditemukan meninggal.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan mengatakan jika wanita tersebut yang menghubungi resepsionis hotel sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, LL meminta pertolongan karena Didin mengeluh sesak napas.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi setelah beberapa jam Didin check in di kamar hotel.

BACA :  Arief Sebut Perubahan Pertimbangan Seleksi PPDB Tidak Langgar Aturan

“Jadi kronologisnya saat almarhum bersama rekannya (LL) menginap di sana di hotel, pada jam 10 malam masuk, jam dua malam mengeluh, karena dadanya. Kemudian rekannya menghubungi petugas front office, dan dihubungi rumah sakit, kurang lebih jam 4, subuh ada bantuan medis yang melakukan pemeriksaan di sana. Setelah itu korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Iman.

Setelah mendapat laporan, polisi lalu mendatangi lokasi hotel tersebut untuk meminta keterangan saksi-saksi termasuk LL dan resepsionis. Namun begitu, polisi enggan merinci apa hubungan antara korban dengan LL yang tidur menemaninya di kamar hotel.

“Iya teman. Tapi kami belum bisa menyimpulkan apakah pacar, istri, atau mungkin dia rekan kerja itu masih kami dalami,” ujar Iman.

BACA :  160 Posisi Kepala Sekolah SD dan SMP di Lebak Kosong

Kematian Didin ini sempat mengejutkan banyak pihak. Sebab keluarga ataupun rekan menyebut jika politikus Partai Gerindra itu tak memiliki riwayat penyakit jantung.

Setelah dilakukan visum luar, jenazah Dindin kemudian dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Terkini polisi pun masih mendalami kasus ini untuk mengetahui penyebab Didin tewas.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler