Connect with us

Berita Terbaru

Ogah Kecolongan Muncul Klaster Baru, Bupati Zaki Batasi Akses Masuk ke Kawasan Puspemkab Tangerang

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat menghadiri rapat bersama internal di lingkungan pemerintahannya. Zaki resmi melarang acara resepsi pernikahan di Kabupaten Tangerang usai angka penyebaran Covid-19 masih terus melonjak. (BantenHits.com/ Rifat Alhamidi)

Tangerang– Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengambil langkah tegas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Salah satunya, dengan membatasi akses masyarakat untuk masyarakat menuju kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang.

Menurut Zaki, langkah tersebut diambil lantaran Puspemkab kerap dijadikan sarana berkumpul oleh masyarakat. Rencananya, kawasan ini akan dipasang pembatas jalan berupa water barier selama perberlakuan pembatasan tersebut.

“Akses masuk menuju kawasan Puspemkab nanti akan kami batasi, terutama setelah jam kantor. Hal ini agar tidak ada masyarakat yang berkumpul dan berkerumun lagi,” kata Zaki, Minggu 4 Oktober 2020.

BACA :  Jadi Narasumber Seminar Geospasial, Wali Kota Tangerang Pamer Aplikasi Tangerang Live

Zaki menyatakan, penutupan kawasan Puskemkab dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab, kawasan ini kerap dijadikan tempat berkumpulnya masyarakat lantaran ada sejumlah sarana seperti pasar malam, wahana bermain anak hingga wisata kuliner pada malam hari.

“Jalan masuk menuju Puspemkab nanti akan ditutup dengan water barier, kita juga tugaskan personel untuk berjaga di sana. Diharapkan nantinya tidak terjadi klaster baru, sehingga masyarakat diimbau tidak menimbulkan kerumunan supaya kita semua dapat memutus penyebaran covid 19 di Kabupaten Tangerang Gemilang ini,” ujar Zaki.

Adapun rencananya, kawasan Puspemkab akan ditutup mulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 23.00 WIB untuk hari Senin hingga Jumat. Sementara, untuk weekend di hari Sabtu dan Minggu, kawasan Puspemkab akan ditutup dari pukul 16.00 sampai 23.00 WIB.

BACA :  Hasil Rapid Test Satu Pengguna KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Reaktif Covid-19; Pemudik yang sedang Berbelanja

Optimalkan pencegahan

Selain itu, Zaki menyatakan pihaknya saat ini terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kali ini, fokusnya pun ditekankan kepada optimalisasi pencegahan agar pandemi tersebut tidak semakin meluas.

“Sekarang penanganannya lebih pada pencegahan. Kami di seluruh kecamatan, juga bergilir melakukan pengecekan protokol 3M kepada masyarakat dan terus memberikan imbauan termasuk informasi apa yang sedang kita hadapi di gelombang kedua pandemi ini cukup besar,” katanya.

Bahkan, saat ini Zaki masih sering turun ke lingkungan masyarakat untuk tetap bisa mematuhi prokotol kesehatan selama menjalankan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

“Sekarang masyarakat bukan hanya diberi pemahaman tentanf 3M saja, tapi juga 4M. Yaitu memakai masker, nenjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan,” ujarnya.

BACA :  DPC PDIP Pandeglang Mulai Atur Strategi untuk Mendulang Suara pada Pemilu 2024

Ia pun optimistis, dengan penanganan yang lebih komprehensif ini, angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang bisa menurun dalam jangka waktu dekat. “Mudah-mudahan, selama satu hingga dua minggu kedepan bisa turun grafiknya,” tuturnya. 

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler