Connect with us

Berita Terbaru

Warga Tapos Heboh; Mobil Tiba-tiba Dipalangkan di Jalan, Pria-pria Berpistol Seret Dua Pengendara Motor Diduga Begal

Published

on

Pria berpistol saat menangkap pengendara motor di Tapos Tigaraksa. (Tangkap layar video warga)

Tangerang – Sekelompok pria diduga anggota kepolisian berpakaian preman melumpuhkan Dua kawanan diduga merupakan pelaku begal, Kamis, 5 November 2020.

Aksi ini pun sempat menghebohkan warga lantaran terjadi di kawasan Jalan Raya Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Informasi yang dihimpun, aksi penangkapan tersebut bermula saat tiga orang anggota polisi memberhentikan dua orang yang mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Tapos. Sambil menggunakan minibus berwarna putih, petugas langsung memalangkan mobil tersebut di tengah jalan.

Keduanya kemudian tak bisa berkutik. Tiga orang petugas berpakaian preman itu langsung membekuk salah satu kawanan ini di tengah jalan yang menggunakan helm berwarna merah, sementara sisanya juga ikut dilumpuhkan setelah mencoba melarikan diri.

BACA :  Bantu Palestina, Rano: Lebih Bagus Galang Dana

Sontak saja, aksi penangkapan ini sempat mengundang perhatian dan menjadi tontonan warga yang melintas di lokasi. Warga, penasaran siapa dua orang kawanan ini yang dibekuk oleh anggota polisi berpakaian preman tersebut.

“Iyah, tadi sempat ada kejar-kejaran juga. Kayaknya itu begal, soalnya ada yang bawa golok,” kata Ricki, salah satu warga yang melintas tak jauh dari lokasi penangkapan, Kamis 5 November 2020.

Sementara saat dikonfirmasi, Kapolsek  Tigaraksa Kompol Sumaedi membenarkan aksi penangkapan kawanan yang diduga begal tersebut. Kata dia, polisi berpakaian preman yang melakukan penangkapan itu merupakan anggota dari Polda Metro Jaya. 

“Itu pengembangan dari Polda Metro Jaya, mas. Di Tapos hanya penangkapannya saja, TKP-nya bukan di sana,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp

BACA :  Gelar Malam Amal Hadirkan Ari Laso dan Tata Janeta , Zaki Targetkan Donasi untuk Korban Tsunami Rp 1 M

Namun begitu, ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait penangkapan dua orang tersebut.

“Itu yang nanganin Polda Metro, kita enggak monitor,” ujar Sumaedi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler