Connect with us

Berita Terbaru

Gawat! Kab. Serang Masuk Zona Merah Covid-19 di Detik-detik Pilkada 2020

Published

on

Peta sebaran Covid-19 di Provinsi Banten. (istimewa)

Serang – Memasuki H-8 gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Kabupaten Serang kembali dinyatakan masuk zona merah risiko sebaran virus corona atau Covid-19.

Berdasarkan data dari infocorona.bantenprov.go.id/ menunjukkan bahwa empat daerah di Provinsi Banten diantaranya Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan masuk zona merah sebaran Covid-19.

Sementara empat daerah lainnya, yakni Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Pandeglang dan Lebak masuk zona oranye.

Sedangkan tiga daerah yang ditetapkan zona merah masing-masing Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan adalah peserta Pilkada serentak 2020.

Hingga saat ini di Kabupaten Serang terdapat kasus positif Covid-19 sebanyak 1.950 orang, dengan rincian 262 masih dirawat, 640 orang sembuh dan 27 orang meninggal.

BACA :  Tegaskan Dirinya Pro Jokowi, Irna Narulita Tak Peduli Tak Didukung Gerindra pada Pilkada Pandeglang 2020

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi berpendapat, naiknya status dari zona oranye ke zona merah risiko penyebaran Cocid-19 di wilayah Kabupaten Serang disebabkan adanya kelonggaran aktivitas masyarakat sehingga terjadinya pelanggaran protokol kesehatan dan kerumunan massa.

“Bila memperhatikan kegiatan masyarakat saat ini sudah berlangsung seperti kondisi normal, walaupun tetap satgas mengimbau meningkatkan prokes,” kata Agus saat dikonfirmasi, Senin, 30 November 2020.

“Selain itu dengan semakin gencarnya dinkes-puskesmas melakukan pelacakan melalui swab-PCR ditemukan banyak kasus terkonfirmasi positif,” sambungnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, penerapan protokol kesehatan Covid-19 menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan baik penyelenggara KPU, Bawaslu, perangkat daerah Kabupaten/Kota, TNI, Polri, civil society dan media massa, agar bersama-sama berkomitmen menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

BACA :  Camat Panggarangan Lebak Tutup Usia saat Bertugas, Prajurit TNI Ini Ungkap Kondisi Terakhir

“Ini agar kesehatan serta keamanan warga tetap terjaga, dan tingkat partisipasi pemilih sesuai dengan target yaitu mencapai 75 persen,” ujar Andika.

Anak mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu menyebutkan, bahwa Pemerintah Provinsi Banten selalu berkoordinasi dengan TNI, Polri dalam pengamanan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Banten.

Kendati demikian, politisi Golkar ini meminta penyelenggara Pilkada Serentak pada dua kabupaten (Serang dan Pandeglang) dan dua kota (Cilegon dan Tangerang Selatan) di Provinsi Banten untuk selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota.

“Koordinasi ini untuk bagaimana penerapan protokol kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak di Provinsi Banten,” tandasnya.

BACA :  Jangan Hanya Sehatkan Bank Banten, Anak Buah Prabowo Juga Minta Gubernur Tarik Lagi RKUD dari BJB

Editor: Fariz Abdullah 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler