Connect with us

Berita Terbaru

Petani di Pandeglang Mulai Was-was, Ribuan Hektar Sawah Terancam Gagal Tanam

Published

on

Ilustrasi Sawah Terendam Banjir (Foto. Antaranews)

Pandeglang – Sejumlah petani di Kabupaten Pandeglang mulai was-was pasca diterjang banjir beberapa hari lalu. Pasalnya, ribuan hektar sawah mereka terancam gagal tanam.

Dari catatan Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang terdapat 1.810,5 hektar sawah daru 14 Kecamatan yang terancam gagal tanam. Paling parah terjadi di Kecamatan Sindang Resmi seluas 403 hektar, Kecamatan Angsana 372 hektar dan Kecamatan Patia 129 hektar.

“Yang gagal tanam itu rata-rata masuk kategori periode pertumbuhan vegetatif dan  generatif. Jumlahnya memang cukup banyak karena terdampak sama banjir kemarin,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Pandeglang Iping Saripin, Kamis 14 Januari 2021.

BACA :  Roboh, JPO di Tol BSD-Jakarta Dihantam Truk Pengangkut Crane

Menurut Iping, kerusakan parah terjadi di beberapa daerah yang berdekatan langsung dengan aliran dua sungai besar di Pandeglang yaitu Sungai Cilemer dan Ciliman. Akibatnya, banyak lahan pesawahan yang gagal tanam akibat terendam oleh luapan air sungai tersebut.

“Kalau saya lihat di lapangan itu, termasuk di Patia, memang yang parah kena dampak itu di pinggir-pingir aliran sungai. Apalagi padi ini kan merupakan mata pencahariaan bagi warga di sana,” sebutnya.

Selain mengakibatkan ribuan hektar sawah gagal tanam, banjir yang melanda wilayah Pandeglang juga mengakibatkan 8.859,5 lahan pertanian terendam air. Hanya saja, kata Iping, mayoritas lahan pertanian yang terdampak masih bisa terselamatkan hingga musim panen nanti.

BACA :  Pasien Covid-19 Sembuh Per 8 Desember 2020 Mencapai 483.497 Orang

“Dampaknya tidak terlalu signifikan, karena banjirnya kan 3 sampai 5 hari itu sudah surut, padinya sudah kuat. Paling ngaruh ke kualitas aja, nanti kami lihat pas musim panen ada pengurangan enggak akibat dampak banjir ini,” tutupnya.

Editor : Engkos Kosasih



Pria kelahiran Pandeglang ini dikenal aktif berorganisasi sejak sekolah hingga di bangku kuliah. Rosid memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap kehidupan sosial.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler