Connect with us

Advertorial

Yuk Disimak! Begini Panduan Ibadah Ramadan di Kota Tangerang saat Pandemic Covid-19

Published

on

Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah menyatakan, untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kota Tangerang, Pemkot menerbitkan SE soal Panduan Ibadah Ramadan .(FOTO: tangerangkota.go.id)

Tangerang- Wali Kota Tangerang menerbitkan Surat Edaran nomor: 180 / 1208 -Hukum/2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Pada Masa pandemi Corona Virus Disease 2019. Tujuannya, agar laju perkembangan Covid-19 di Kota Akhlakul Karimah bisa terkendali.

Penerbitan ‘Surat Sakti’ ini juga dilakukan setelah Kementerian Agama RI juga menerbitkan aurat edaran tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah atau 2021.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menjelaskan dalam surat edaran tersebut bahwa pelaksanaan shalat tarawih dan shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

BACA :  Dewan Pers dan Satgas Covid-19 Gelar Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku, 3.517 Wartawan Lolos Seleksi Gelombang I

“Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap masjid atau musala. Pengurus masjid atau musala dapat mengatur kapasitas jamaah 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Arief saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis, 8 April 2021.

Selain itu,Wali Kota menegaskan pengurus masjid atau musala wajib membentuk satgas Covid-19 yang bertanggung jawab dan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

“Satgas dapat menginformasikan kepada jamaah bahwa tempat ibadah selalu dilakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan sarana tempat cuci tangan di pintu masuk masjid. Jamaah agar dapat membawa sajadah dan mukena masing – masing serta harus memakai masker dan menjaga jarak,” terang Arief

BACA :  GoRide Berhenti Operasi Selama Beroperasi di Tangerang, GoCar dan GoBlueBird Batasi Hanya Dua Penumpang

Ibadah puasa, lanjut Arief menjelaskan bahwa buka puasa bersama dapat dilaksanakan sepanjang mematuhi jumlah kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat serta harus mendapatkan izin dari satgas Covid-19.

“Untuk sahur on the road, takbir keliling dan kegiatan berkerumun lainnya tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Shalat Idul Fitri, Arief menuturkan boleh dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pengurus dapat membentuk satgas Covid-19.

“Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan Prokes yang ketat, tapi jika perkembangan Covid-19 mendapat peningkatan maka Shalat Idul Fitri dapat ditiadakan,” tukas Arief

Ketentuan lainnya, peringatan Nuzulul Qur’an wajib memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, jumlah jamaah paling bangak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan terbuka. Pedagang kaki lima diperbolehkan berdagang sepanjang mematuhi protokol kesehatan secara lebih ketat. Vaksinasi boleh dilakukan selama bulan Ramadhan dengan berpedoman pada fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum Covid-19 pada saat berpuasa. (Advertorial)

BACA :  Karyawan PT Satya Mitra Kemas Lestari Harus Mengalami Peristiwa Mengerikan Gara-gara Tali ID Card



Terpopuler