Connect with us

Berita Terbaru

Pemuda di Tangerang Tewas dengan Luka Menganga di Bagian Punggung, Korban Tawuran?

Published

on

Suasana di Rumah Duka Saat Pemakaman Korban Pembunuhan FH (26) di Kampung Gurubug, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (Istimewa)

Tangerang- FH (26), warga Kampung Gurubug, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, tewas seketika setelah menerima sabetan senjata tajam.

Ya, terdapat luka menganga sedalam 15 centimeter di bagian punggung FH.

Belum diketahui secara pasti motif kasus pembacokan tersebut. Namun kuat dugaan, peristiwa pembunuhan itu terjadi ketika dua kelompok pemuda terlibat bentrok di kampung dukuh pinang, kelurahan Bonang, pada Minggu 18 April 2021. 

Aimin (47), paman korban mengungkapkan, beberapa saat sebelum tewas terbunuh ada beberapa teman korban yang datang korban. Menurut informasi yang ia dapat, teman-teman korban yang datang ke rumahnya untuk mengajak keponakannya itu ikut tawuran. 

BACA :  Cerita Kampung Cekal Corona di Ibukota Provinsi Banten yang Lahir saat PSBB, Kini Warganya Bisa Bagi-bagi Lele

“Intinya dari keluarga meminta kasus ini secapatnya pihak kepolisian bisa mengusut tuntas,” Kata Aimin kepada sejumlah wartawan usai memakamkan jenazah FH. 

Keluarga korban pun meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. 

“Hasil autopsi keponakan saya luka sedalam 15 cm,” Imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua AKP Sumiran saat dikonfirmasi mengaku masih menyelidiki kasus pembacokan yang mengakibatkan satu orang tewas tersebut. 

Kata dia, kepolisian dari Polsek Kelapa Dua mendapat laporan soal adanya korban aksi tawuran dari Rumah Sakit Mitra Keluarga. Namun saat dilakukan pengecekan ke rumah sakit korban sudah meninggal dunia dengan luka robak di bagian tubuhnya. 

BACA :  Petugas Barikade Bandara dari Buruh

“Nanti ya, kita masih melakukan penyelidikan. Saya harap untuk bersabar,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler