Connect with us

Berita Terbaru

Sebut Ibu Hamil Ditandu Budaya Gotong Royong, Warga Sindangresmi Minta Dinkes Pandeglang Minta Maaf

Published

on

Warga Sindangresmi saat Meggelar Teatrikal Ibu Hamil yang Ditandu saat Akan Mendapat Pelayanan Persalinan. Aksi ini Digelar di Depan Kantor Dinkes Pandeglang (BantenHits.com/Samsul Fatoni)

Pandeglang – Masyarakat Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Raden Dewi Setiani meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sindangresmi.

Pasalnya, Dinkes Pandeglang menyebut ibu hamil ditandu merupakan budaya gotong royong yang harus dicontoh telah menyakiti hati masyarakat Sindangresmi. Celoteh Dinkes Pandeglang ini diposting melalui akun instagram resminya.

“Kepala Dinkes harus meminta maaf dihadapan masyarakat Sindangresmi atas kalimat di akun Instagram milik Dinkes Pandeglang beberapa hari lalu,” kata Muhtadin, Jumat 7 Mei 2021.

Warga lainya, Elin Robiki menuntut agar Pemda Pandeglang segera membuka akses jalan yang kala itu digunakan untuk menandu ibu hamil. Mengingat, insiden tersebut bukan kali ini terjadi.

BACA :  Satu Rumah di Pandeglang Rusak Usai Tersambar Petir; Dinding Jebol dan Perabot Hangus

“Segera buka akses jalan yang layak, supaya warga tidak kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari,” pintanya.

Elin menegaskan, klaim bahwa jalan tersebut milik PTPN berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, salah besar. Karena sejak dulu sampai sekarang jalan tersebut milik masyarakat.

“Dari dulu juga jalan itu sudah ada, sewaktu saya masih kecil suka melintas jalan itu. Jadi itu bukan jalan milik perusahaan, tapi jalan biasa yang melewati perkebunan warga,” tandasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Terpopuler