Connect with us

Berita Utama

Enam Warga Meninggal Gara-gara Tak Terlayani di Kota Tangerang, Politisi Golkar Minta Pemda Dirikan RS Lapangan dan Imbau Warga Tingkatkan Partisipasi

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Petugas pemakaman dengan APD lengkap menggotong peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/ Rikhi Ferdian)

Tangerang- Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang mengalami lonjakan. Hal itu terbukti dengan ditetapkannya Kota Akhlakul Karimah menjadi zona merah penyebaran Covid-19.

Melonjaknya kasus tersebut, membuat anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah angkat bicara.

Ya, politisi Golkar ini meminta masyarakat berperan aktif dalam menangani kasus Covid-19.

Tak hanya itu, Ia pun mendorong pemerintah untuk lebih aktif dalam melayani masyarakat. Artinya, mereka harus bekerja cerdas dalam menangani pasien COVID-19 maupun di luar Covid-19.

Hal itu diutarakannya karena belakangan ini Syaiful mengaku banyak menerima laporan terkait kasus 6 warga meninggal dunia karena tidak terlayani oleh pihak Rumah Sakit di Kota Tangerang.

BACA :  Kasus Kekerasaan Anak Masih Tinggi, Kota Serang Belum Dapat Meraih KLA Tingkat Madya

“Saya mengimbau kepada masyarakat dalam menangani kasus covid-19 tidak mengantungkan kepada pemda, tapi partisipasi penuh dari masyarakat untuk turut serta berperan aktif, dalam menangkal lonjakan ini dengan menjaga prokes, tidak menghadiri kerumunan, dan tetap bangun imun yg kuat,” ungkap Syaiful Milah, Kamis, 1 Juli 2021.

“Dengan kondisi seperti ini seharunya pemerintah daerah me kerjasa dengan TNI dan Pokiri untuk membuat tenda atau rumah sakit lapangan seperti yang dilakukan di daerah lain. Supaya warga di yang sakit di luar Covid terlayani,”tambahnya.

Syaiful menyampaikan, ada beberapa laporan warga yang meninggal karena tidak terlayani pihak Rumah Sakit salah satunya Situ Nurhayati warga di RT 02/04 Kecamatan jatiuwung, meninggal dunia karena tidak terlayani pihak Rumah Sakit dengan alasan penuh.

BACA :  Pemberlakuan Jam Malam Akan Dipertegas untuk Mencegah Penyebaran Corona di Kota Cilegon

Kemudian Edah, warga Gebang di RT 02/03, nasibnya juga sama dibawa ke Rumah Sakit semua penuh, akhirnya dibawa pulang kemudian meninggal dunia.

Lalu,ada juga seorang ibu di RT01/02 kelurahan Alam Jaya, dibawa ke enam Rumah sakit tidak terlayani meninggal dunia.

“Termasuk di Periuk itu jg demikian, di bawa ke Rumah Sakit penuh akhienya pasrah dan meninggal. Saya hanya berharap kepada pemerintah, jangan dorong masyarakat ke arah takdir. betul umur ditangan tuhan, usaha dan tanggung jawab ada ditangan pemerintah,” tegasnya.

Dengan adanya laporan tersebut, DPRD Kota Tangerang, akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang terkait hal tersebut.

”Ketua DPRD sudah menyuruh kita untuk memanggil Kepala Dinas Kesehatan untuk membahas hal ini,”imbuh Syaiful.

BACA :  Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Dua Desa di Pandeglang Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler