Connect with us

Berita Utama

Jangan Karena Fokus Hadapi COVID-19 Lalu Tak Waspada Bahaya Perang, Temuan Drone-drone di Laut Indonesia Ini Tak Bisa Disepelekan!

Published

on

Proyek Pembangunan Dermaga VII Pelabuhan Merak Disoal

Foto ilustrasi: Garis Polisi Militer Angkatan Laut dipasang di lokasi proyek pembangunan dermaga VII Pelabuhan Merak. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Jakarta – Temuan beberapa drone di sejumlah wilayah di laut Indonesia beberapa waktu lalu merupakan contoh, bahwa perang yang terjadi saat ini adalah perang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menjadi pembicara kunci dalam webinar pertahanan yang digelar Universitas Padjadjaran, Jumat, 9 Juli 2021.

“Kita semua pernah baca dua-tiga bulan lalu, apa itu? Ketemu, nelayan-nelayan kita di jaringnya ketemu drone-drone laut. Bukan satu, bukan dua, iya kan,” kata Prabowo dalam acara tersebut seperti dikutip BantenHits.com dari CNNIndonesia.

Menurutnya, pelbagai drone itu berdatangan dari berbagai negara dan masuk ke laut Indonesia. Prabowo menegaskan hal itu dikarenakan Indonesia memiliki kekayaan di laut yang besar.        

BACA :  Belum Jelas, Nasib Calhaj Tangerang Korban Penipuan

“Jadi sudah drone-drone dari negara mana, sudah masuk ke kita. Di mana? Di laut kita. Kenapa? Di laut kita sangat kaya,” katanya.

Perang saat ini, kata dia, bukan lagi dengan tembakan senjata melainkan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan.

“Kita butuh scientist, kita butuh ilmuwan yang bisa memberi kepada kita teknologi untuk kita bisa siap menghadapi ganguan invasi dari luar, itu intinya,” katanya.

Pada Januari lalu, ditemukan unmanned underwater vehicle (UUV) ataudrone di Pulau Tenggol, Masalembu dan Kepulauan Selayar.

Salah seorang pengamat militer Susaningtyas Nefo mengatakan pemerintah diminta segera menetapkan langkah-langkah strategis terkait hal itu.

“Kemenhan, Mabes TNI dan Mabes TNI AL tidak boleh memandang remeh hasil temuan ketiga UUV beberapa waktu yang lalu. Jangan sampai konsentrasi menghadapi Covid-19 kemudian mengurangi Kewaspadaan Nasional terhadap bahaya perang besar di Laut Cina Selatan,” katanya.

BACA :  PGRI Kota Tangerang Akan Surati Gubernur soal Insentif Guru Swasta

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler