Connect with us

Berita Utama

Selama PPKM Darurat 36 Warga Banten yang Isoman di Rumah Meninggal Dunia

Published

on

Petugas pemakaman dengan APD lengkap menggotong peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/ Rikhi Ferdian)

Serang – Selama dua pekan pelaksanaan PPKM Darurat  terhitung 3 – 16 Juli 2021, tercatat 36 warga Banten yang tengah menjalani isolasi mandiri alias Isoman di rumah masing-masing meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramudji kepada wartawan melalui grup WhatsApp, Jumat, 16 Juli 2021.

Menurut Ati, selama dua pekan terakhir ada total 10.239 warga Banten yang masih menjalani Isoman di rumah masing-masing.

“Sebanyak 36 Kasus meninggal saat isoman, jumlah tersebut hanya selama PPKM darurat (2minggu). Data tersebut semua kami rekap dari laporan kab/kota,” kata Ati.

BACA :  Masih Pasang Foto Iman-Edi, Kadindik Cilegon: Enggak Usah Diganti Nanti Juga Kepilih Lagi

Kasus COVID-19 di tanah air tidak kunjung mereda meski PPKM Darurat telah dijalankan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 nanti. Bahkan kini pemerintah memperpanjang pelaksanaan PPKM Darurat sampai akhir Juli 2021.

Provinsi Banten merupakan salah satu dari lima provinsi penyumbang angka positif COVID-19 tertinggi di Indonesia.

Ati mengatakan, data dari Kementerian Kesehatan mencatat kasus baru COVID-19 di Indonesia bertambah 54.000 orang per 16 Juli 2021.

“Ini merupakan kasus tertinggi ketiga selama pandemi,” ungkap Ati.

Tidak hanya itu ia juga menjelaskan hingga hari ini total konfirmasi positif di Indonesia menembus 2,780 juta. Penambahan kasus baru ini pun membuat kasus aktif terus meningkat, dan hari ini telah menembus 504.915 orang.

BACA :  Banjir Mulai Surut, Warga di Cilegon Mulai Bersih-bersih

Pasien Tak Terdata Lebih Banyak

Petugas medis dari Puskesmas Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, memeriksa tekanan oksigen pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Lonjakan kasus COVID-19 membuat rumah sakit dan tempat isolasi yang disediakan pemerintah over kapasitas. (BantenHits.com/ Darussalam Jagad Syahdana)

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Serang, Pandji Tirtayasa mengungkapkan, jumlah warga terpapar COVID-19 di Kabupaten Serang yang tak terdata pemerintah setempat, ternyata jauh lebih banyak dibandingkan warga terpapar yang terdata.

Politisi PDIP ini pun menyarankanGubernur Banten, Wahidin Halim untuk segera membuka rumah sakit darurat. Pasalnya, tren warga yang terpapar COVID-19 sampai saat ini terus mengalami peningkatan, khususnya di Kabupaten Serang.

BACA :  Jelang Dilantik sebagai Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Kunjungi Baduy

“Satu hal yang penting, saya mohon ke Gubernur Banten segera bangun rumah sakit lapangan bukan rumah singgah,” ujar Pandji Tirtayasa kepada awak media, Kamis 15 Juli 2021.

Pandji merinci, jika satu desa kisarannya antara 10 sampai 40 warga, diambil rata-rata 20 dikalikan 326 desa sebanyak 6.000 warga terpapar covid-19 yang isoman.

“Isoman untuk yang kadar ringan ke bawah, kalau seandainya tingkat penyakit sudah menengah ke atas sudah bukan isoma harus dirawat. Makanya ketika dia isoma kemudian terjadi tren penurunan kesehatan harus dirawat ke RS, kalau saturasi tubuh sudah dibawah 90 dalam kondisi berat membutuhkan oksigen,” ungkap Pandji.

“Oleh karena itu saya memohon pada gubernur segera dibuka RS darurat, sehingga yang isoman ribuan di desa ketika dia semakin menurun masih bisa dilayani oleh RS darurat. Karena apa, dibawa ke puskesmas tidak bisa dibawa ke RS overload. RS kita untuk persalinan poli bersalin sudah ditutup karena 32 nakes bersalin 29 isoma sisa 3 orang,” terang Pandji.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler