Connect with us

Berita Utama

Jerit Kesakitan dan Darah Mengucur; Begini Detik-detik Musibah Menimpa Warga Rangkasbitung saat Jokowi Berkunjung

Published

on

Presiden Jokowi saat meresmikan Tol Serang-Panimbang Seksi Satu di Rangkasbitung. Tampak Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Ekonomi Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mulyadi Jayabaya alias JB berbincang dengan Presiden Jokowi. JB mengapresiasi pembangunan Tol Serang-Rangkasbitung. Ia menyebut warga Lebak berterima kasih kepada Presiden Jokowi telah dibangunkan Tol ke Lebak.(Istimewa)

Lebak – Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi berkunjung ke Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa, 16 November 2021.

Kedatangan Jokowi ke Kota Multatuli adalah untuk meresmikan meresmikan Tol Serang-Panimbang seksi satu sepanjang 26,5 kilometer yang menghubungkan Serang-Rangkasbitung.

Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini diwarnai dengan musibah yang menimpa tiga warga di sekitar Stadion Ona Rangkasbitung, tempat Jokowi mendaratkan helikopternya.

BACA :  1.153 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, musibah yang menimpa tiga warga terjadi ketika dahan pohon patah diduga karena tersapu baling-baling helikopter.

Mereka yang luka adalah Adelia (22) bersama suaminya dan saudaranya yang masih balita. Ketiganya tertimpa dahan pohon saat tengah mengabadikan kedatangan helikopter yang diduga ditumpangi Jokowi.

Menurut Adelia, saat itu dia bersama suami serta saudaranya yang masih balita datang ke Stadion Uwes Qorny, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, untuk melihat Jokowi.

Diketahui Presiden Jokowi datang ke Rangkasbitung untuk meresmikan Tol Serang-Panimbang seksi satu sepanjang 26,5 kilometer yang menghubungkan Serang-Rangkasbitung.

Usai meresmikan tol, Jokowi kembali meninggalkan Rangkasbitung menggunakan helikopter yang sama sekitar satu jam kemudian.

BACA :  Tiga Kecamatan di Pandeglang Terendam Banjir usai Diguyur Hujan Semalaman

“Rumah saya kebetulan dekat sini, jadi datang. Saat helikopter mendekat, suami merekam, tiba-tiba pohon roboh dan menimpa kami bertiga,” kata Adelia.

Selain Adelia, suami dan saudaranya yang masih balita mengalami luka-luka di punggung, leher, dan pundak.

Adapun sang balita luka hingga mengeluarkan darah di kepala. Ketiganya kemudian mendapat pertolongan medis di lokasi.

“Saya ditolong warga, saudara saya sampai jerit-jerit tertimpa pohon, baru ada aparat dan medis datang,” kata dia.

Adelia mengatakan, tempat dirinya menonton kedatangan Jokowi dinilai aman dan bukan merupakan daerah steril.

Lokasi tersebut juga banyak warung penduduk dan warga lain yang turut menonton.

Sebelum hari kedatangan Jokowi, kata Adelia, helikopter juga sempat melintas di lokasi tersebut dan tidak ada apa pun yang terjadi.

BACA :  Ketiban Untung Serbu Seru,  Pengemudi Go-Jek di Tangsel Ajak Istri Jalan-jalan ke Ciamis Naik Mini Cooper yang Dibeli Rp 12 Ribu

“Kemarin pas latihan saya juga nonton, enggak lewat sini jalur helikopternya, ini kok dekat sekali sampai dahan pohon roboh,” kata dia.

Selain dahan pohon roboh, sejumah bangunan juga rusak, termasuk atap kamar mandi warung nenek Adelia jebol.

“Ada plang nama warung jatuh, bagian belakang kamar mandi atapnya jebol tertiup angin helikopter,” kata dia.

Sementara petugas di lapangan saat helikopter rombongan Jokowi mendarat menyebutkan, rombongan Jokowi datang sekitar pukul 08.40 WIB menggunakan tiga helikopter.

Ada tiga helikopter yang melintas, di mana helikopter yang ketiga membuat dahan roboh.

“Iya, betul kejadiannya tadi saat Presiden Jokowi tiba di stadion sekitar pukul 08.40 WIB. Pak Jokowi naik helikopter kedua, sementara yang paling besar helikopter ketiga, itu anginnya paling kencang,” kata anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak, Ade Apriadi.

Ade mengatakan, hasil pemeriksaan di lapangan, ada sejumlah kerusakan akibat hembusan angin helikopter seperti atap warung yang terbang dan ranting pohon patah.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler