Connect with us

Berita Terbaru

Dinkes Catat 89 Ribu Anak di Kabupaten Lebak Sudah Disuntik Campak – Rubella

Published

on

Dinkes Kabupaten Lebak mencatat 89 ribu anak di Kabupaten Lebak sudah disuntik Campak – Rubella. Foto ilustrasi: Ibu-ibu membawa anaknya untuk mengikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang digelar Dinas Kesehatan Pandeglang 1 Agustus – 14 September 2022.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Lebak– Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Lebak mencatat lebih dari 89 ribu anak telah mendapatkan suntikan vaksin campak rubella (MR). Sasarannya usia 9 sampai 59 bulan.

Jumlah tersebut sudah sangat mendekati target sasaran dalam program bulan imunisasi anak nasional (BIAN) 2022.

“Rekap per tanggal 30 September sudah sebanyak 89.832 anak yang sudah mendapat vaksin MR atau 96 persen dari target BIAN yakni 93.617 anak,” kata Kasi Imunisasi, Surveilans dan Krisis Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Tb Mulyawan, Kamis, 6 Oktober 2022.

BACA :  Forum Dzurriyat Kesultanan Banten Gugat Bambang Wisanggeni

Pemberian vaksin MR, ujar Mulyawan, masih akan terus dilakukan Tim Dinkes sampai tanggal 15 Oktober mendatang. Disamping vaksin MR, imunisasi lain seperti OPV, IPV dan DPT-HIB dilaukan pada anak usia 12-59 bulan.

“Harapan kami jumlah anak yang masuk dalam target sasaran MR bisa seluruhnya mendapat vaksin,” harap dia.

Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Lebak, dr Firman Rachmatullah, mengatakan, pentingnya vaksin MR untuk mencegah penyakit campak dan rubellla.

“Vaksin ini penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dari dua penyakit tersebut. Vaksin ini diberikan tanpa melihat imunisasi sebelumnya, jadi ini ekstra,” terang Firman.

Sama halnya dengan pemberian vaksin pada umumnya, pemberian vaksin MR juga akan ditunda kepada anak-anak yang sedang sakit atau dalam perawatan.

BACA :  Jadi Juara Internasional dan Nasional Kempo, Mahasiswi UNJ Raih Nilai 'Super' dalam Tes  PA PK TNI AD

“Jadi tidak akan mungkin bisa 100 persen capaiannya karena memang ada yang dikecualikan seperti anak yang sedang mengalami imun turun karena kanker atau sakit harus ditunda, atau anak-anak di pedalaman suku Baduy dalam yang memang kita harus menghormati adat, jadi hanya bisa beberapa,” papar Firman.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler