Connect with us

Pemprov Banten

Raperda Infrastruktur Disetujui DPRD Banten, Wahidin Halim: Ini Mempercepat Pembangunan

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim

Gubernur Wahidin Halim mengapresiasi DPRD Banten yang mendorong kembali terbentuknya Perda Infrastruktur. (Istimewa)

Serang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten menyetuji Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Infrastruktur Jalan dengan Pembiayaan Tahun Jamak (multiyears).

Selain Raperda Infrastruktur, DPRD juga menyetujui Raperda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.

“Kami Apresiasi upaya DPRD khusunya panitia khusus yang mendorong kembali terbentuknya Perda ini di Provinsi Banten,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim saat paripurna DPRD Banten tentang persetujuan dua Raperda, di ruang rapat paripurna DPRD Banten, Selasa (4/9/2018).

Wahidin Halim menjelaskan, infrastruktur jalan merupakan prioritas utama pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Banten. Dengan ketersedian infrastruktur jalan yang handal, maka kelancaran pergerakan arus transportasi darat akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Banten.

“Perda ini untuk mempercepat dan menuntaskan pembangunan infrastruktur di Banten, terutama Kawasan Banten Lama, dan sport center,” ujarnya.

Pemprov kata dia, menginginkan adanya program pembangunan jalan secara berkelanjutan. Maka itu, Perda tersebut akan meningkatkan akselerasi dalam menyelenggarakan program pembangunan, memberikan payung hukum, kejelasan dan kepastian.

“Saya selalu tekankan kepada OPD yang memiliki kegiatan dalam bentuk lelang agar segera dilaksanakan sejak Desember, sehingga kalau gagal lelang masih cukup waktu untuk dilakukan lelang ulang dan mulai pekerjaan tidak dari bulan maret,” jelasnya.

Terkait dengan Raperda Ketahan Keluarga, gubernur menilai hal itu juga menjadi sangat penting karena menjadi komitmen bersama untuk konsep ketahanan keluarga yang harus dimulai dari akurasi data ketahanan keluarga yang dihasilkan dari laporan pemerintah daerah kabupaten dan kota.

“Selanjutnya Pemprov Banten akan melakukan pendekatan, intervensi terhadap potensi terjadinya kesenjangan sosial ekonomi melalui program-program yang berpihak kepada masyarakat yang masih berada di bawah komponen ketahanan keluarga,” terangnya.(Nda)

Trending