Connect with us

METROPOLITAN

Anak Anggota Fraksi Hanura DPRD Kab. Tangerang Terancam Lima Tahun Penjara

Published

on

Banten Hits – Kasus premanisme dan pemerasan yang dilakukan oleh Asim Dames (34), putra dari anggota Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Tangerang, Dames Taufik, bersama rekannya Mamad (33), di wilayah Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/6/2015) akan terus diproses.

Komitmen tersebut disampaikan Wakapolresta Tangerang AKBP Mukti Juharsa, Senin (29/6/2015). Menurutnya, kedua pelaku yang diamankan tersebut akan dijerat dengan pasal 331 ayat 2 KUHP tentang premanisme dan pemerasan.

“Hingga kini keduanya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. Kita tidak memandang dia anak dewan atau anak siapa,” ujar Mukti.

Mukti menambahkan, kedua tersangka ini ditangkap jajarannya setelah meminta sejumlah uang kepada warga terkait adanya proyek pembangunan di wilayah Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

BACA :  Polisi Gelar Rekonstruksi Penyelundupan 1 Ton Sabu di Anyer, 26 Adegan Diperagakan Pelaku

“Ada dua orang yang kami tahan. Terkait minta jatah preman. Kami kenakan pasal 331 ayat 2 tentang premanisme dan pemerasan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Asim Dames (34), putra dari salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Dames Taufik, bersama rekannya Mamad (33) digelandang ke Polres Kota Tangerang terkait aksi peremanisme diwilayah Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/6/2015)‎.

(BACA JUGA : Bertindak Premanisme, Anak Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Diserahkan ke Polisi)

 Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Banten, Syarif Abdullah, mengatakan kejadian berawal ketika salah seorang anggotanya mengerjakan proyek pembangunan diwilayah tersebut tiba-tiba didatangin pelaku bersama, untuk meminta jatah Rp 10 Juta, sedangkan nilai proyek hanya Rp 13 juta.(Rus)

BACA :  Dua Rumah dan Kontrakan di Dranggong Hangus Dilalap Api

 



Terpopuler