Connect with us

METROPOLITAN

40 Tahun, Rakit Jadi Andalan Penyebarangan Warga di Sukaresmi Pandeglang

Published

on

Banten Hits – Tujuh puluh tahun sudah bangsa Indonesia merdeka. Namun, seiring usia kemerdekaan yang sudah lebih dari setengah abad, tak sedikit masyarakat yang masih belum merasakan tersedianya infrastruktur maupun sarana dan prasarana yang memadai. Tak ayal, pemerataan pembangunan yang sering kali digemborkan oleh Pemerintah masih jauh dari kata merata.

Belum meratanya pembangunan sepertinya juga dirasakan oleh warga di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, empat puluh tahun sudah warga di wilayah harus menyebrangi aliran Sungai Ciliman dengan sebuah rakit yang lebih akrab disebut eretan oleh warga setempat. Ironisnya, hampir setengah abad kondisi itu terjadi, namun belum ada upaya pembangunan dari Pemkab setempat.

BACA :  Berbeda dengan Dinsos, Ini Alasan Irna Narulita kenapa Kartu Berkah Belum Dicetak

“Ratusan orang manfaatin rakit ini buat nyebarangin sungai. Dari pagi, bahkan sampai malam,” tutur Aji salah seorang warga Sukaremsi kepada Banten Hits, Kamis (12/8/2015).

Tidak dipatok tarif bagi warga pejalan kaki saat menaiki rakit alias seikhlasnya, namun bagi warga yang mengendarai sepeda motor dikenakan tarif Rp2 ribu. Persoalanya, kata Aji tak sedikit pengendara sepeda motor yang jatuh ke sungai lantaran keadaan rakit yang tidak seimbang.

“Apalagi kalau musim hujan, arus sungai kencang. Dalamnya kira-kira lima meter lebih,” ujarnya.

Aji menuturkan, selama menjabat sebagai Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi, belum pernah datang ke wilayah tersebut. Erwan hanya pernah datang saat masa kampanye saat masih berstatus calon orang nomor satu di Kabupaten yang akan memiliki pemimpin baru melalui Pilkada Desember 2015 mendatang

BACA :  Andika Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Banten 2019

“Pak Erwan pernah datang tapi itu dulu saat masa kampanye, itu pun enggak melewati jalur ini (penyebrangan-red). Eh, pas jadi Bupati, beliau enggak pernah lagi ke sini,” terangnya.

Supriadi warga lainnya mengharapkan, Pemerintah melalui Dinas terkait segera membangun jembatan yang mempunyai peran vital bagi aktifitas dan kegiatan perekonomian masyarakat.

“Mohon pemerintah segera membangun jembatan beton yang permanen. Sehingga, baik aktifitas sehari-hari warga dan perekonomian tidak terhambat,” harapnya.

Tak kurang ada sekitar 3.000 Kepala Keluarga (KK) yang memanfaatkan rakit untuk menyebrangi aliran sungai tersebut. (Nda)

Terpopuler