Connect with us

BERITA KANDIDAT

Pemilik KTP Sudah Meninggal Pun Dicatut Pasangan Dimyati-Yemelia

Published

on

 

Banten Hits – Pencatutan KTP untuk syarat dukungan pasangan calon gubernur Banten jalur independen terus terungkap. Serangkaian kasus pencatutan KTP semakin menguatkan adanya dugaan manipulasi data KTP sebagai syarat dukungan.

Sumarna, salah seorang warga Kampung Curug Anggur, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, kaget mendapati KTP-nya dijadikan syarat mendukung pasangan calon dari jalur perseorangan Ahmad Dimyati Natakusumah-Yemelia. Bahkan dia berang mengetahui isterinya Titin Suhartini masuk dalam syarat dukungan, padahal isterinya sudah meninggal delapan bulan lalu.

“Kaget banget saya tahu (KTP dijadikan syarat dukungan). Dari mana mereka dapet KTP saya? Ngasih juga enggak. Dan paling saya gak terima isteri saya yang sudah meninggal bulan Januari 2016 lalu KTP-nya ada. Kebangetan amat,” kata Sumarna kepada Banten Hits, Kamis (1/9/2016).

BACA :  Saksi WH-Andika Anggap Walk Out Saksi Paslon Dua karena Tak Siap Kalah

Karena tidak merasa diminta salinan KTP termasuk memberikan dukungan kepada siapapun, Sumarna menyimpulkan, tim pasangan calon dari suami bupati Pandeglang tersebut memalsukan tandatangannya.

“Dapat dari mana mereka data keluarga saya? Datang juga enggak ke sini. Berarti jelas tandatangan saya dipalsuin, gak boleh dibiarin kalau begini,” sesalnya.

“Aneh banget baru calon pemimpin kok begitu sih? Apalagi kalau sudah jadi pemimpin,” sambung purnawirawan TNI ini.

Sebelumnya, warga yang KTP-nya dicatut masing-masing Yogie Eka Martien Subrata (33), warga Kampung Curug Anggur, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang dan Den Iyang (34), warga Kampung Juantaka, Kelurahan Babakan Kalang Anyar, Kecamatan Pandeglang melaporkan ke Panwaslu terkait pencatutan KTP ini.

BACA :  Tak Hanya Restu Prabowo, Irna Narulita Incar Rekomendasi Dua Partai Besar Ini

BACA JUGA: KTP Dicatut untuk Dukungan Dimyati-Yemelia, Warga Pandeglang Lapor Panwaslu

Selain pasangan Dimyati-Yemelia, pasangan Yayan-Enong juga diduga memanipulasi KTP dukungan, seperti terjadi di Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Ratusan warga di Desa Pasir Peuteuy yang masuk dalam daftar dukungan pasangan Yayan-Enong, padahal mereka tidak merasa memberikan dukungan kepada paslon tersebut.(Rus)

 



Terpopuler