Connect with us

Kota Serang

Pilkada 2018, Ketua NU Kota Serang: 10 Tahun Apa yang Sudah Bisa dilihat?

Published

on

Kota Serang

Ilustrasi (net)

Serang – Masyarakat Kota Serang diharapkan mampu memilih kandidat pemimpin Kota Serang untuk lima tahun mendatang berdasarkan pandangan rasional. Kondisi 10 tahun ke belakang di Kota Serang setidaknya bisa dijadikan bahan evaluasi untuk menentukan pilihan.

Hal itu diungkapkan Ketua Nahdlatul Ulama Kota Serang KH. Matin Syarqowi saat ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Raya Pandeglang, KM 3, Komplek Tembing Indah, Sempu, Serang, Rabu (17/1/2018).

“Dimulai dari kesadaran melihat secara objektif berdasar fakta-fakta perkembangan Kota Serang yang sudah berusia 10 tahun. Apa yang sudah bisa dilihat, dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat,” ungkapnya.

“Artinya, 10 tahun waktu yang lebih dari cukup bagi masyarakat Kota Serang melakukan evaluasi atas program pemerintahan Kota Sesuai dengan visi besar Kota Serang itu sendiri,” tambahnya.

BACA :  PeDe Bakal Menang Jadi Alasan Golkar Usung Irna-Tanto dan Tatu-Pandji di Pilkada Serentak Banten

Pria yang juga salah seorang pendiri Kota Serang ini berharap kepada semua pasangan calon agar mengedepankan adu visi-misi dalam kampanyenya. Mereka juga diharapkan bersedia membuka diri untuk diuji masyarakat.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggungjawab. Artinya bahwa memilih pemimpin itu sama dengan menentukan pilihan untuk kepentingan perubahan nasib kehidupan masyarakat itu sendiri setidaknya untuk masa lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Ketua Majelis Pesantren Salafiyah Banten ini menambahkan, sebagai ibu kota provinsi, Kota Serang menjadi sangat strategis dan potensial untuk menjadi cermin kehidupan masyarakat Banten, baik dari sisi sosial budaya, politik, dan ekonomi termasuk di dalamnya masalah pertahanan dan keamanan.

BACA :  Vera-Nurhasan Posisi Kedua Real Count, Golkar Tunggu Hitung Manual KPU

“Karena itu para calon yang ada wajib memahami karakteristik, potensi dan tantangan secara utuh dan menyeluruh,” ucapnya.

Karena itu, lajut Matin, pilihan politik seharusnya tidak didasarkan kedekatan hubungan emosional tetapi harus lebih pertimbangan rasional. Masyarakat harus sudah berani mengatakan tolak politik uang.

“Lebih penting lagi saya berharap agar masyarakat mampu menjaga situasi keamanan tetap menjadi kondusif. Saya yakin masyarakat Kota Serang tidak akan mudah terprovokasi oleh kepentingan politik yng dapat menimbulkan kegaduhan apalagi sampai terprovokasi sampai ke arah kerusuhan. Mari kita pertahankan kerukunan dan kedamaian yng selama ini tetap terjaga,” pungkasnya.

Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Serang 2018 diikuti oleh empat pasangan calon, dua pasangan diusung partai politik, sementara dua pasang calon lainnya maju lewat jalur independen.(Rus)

BACA :  Panwas Cilograng Pastikan Copot Alat Peraga di Tempat Terlarang



Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh