Connect with us

METROPOLITAN

Avsec Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 2,9 Miliar

Published

on

Benih Lobster

Petugas amankan ratusan bungkus plastik berisikan benih lobster.(Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Sebanyak 14.507 ekor benih lobster berhasil digagalkan penyelundupannya oleh Petugas Aviation Security (Avsec) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (22/2/2018). Rencananya, belasan ribu benih tersebut akan diselundupkan ke Singapura.

Senior Manager Aviation Security Bandara Soetta, Tommy Hadi Bawono mengatakan, pelaku penyelundupan tersebut diamankan saat melalui pemeriksaan di Security Check Point (SCP) 1 Terminal 2D.

“Pelakunya berinisial MRB (39) kedapatan oleh petugas kami saat akan menyelundupkan benih lobster sebanyak 32 kantong yang disembunyikan di dalam kopernya,” ujarnya di Bandara Soetta.

Tommy menjelaskan, MRB yang rencananya akan terbang ke Singapura menggunakan pesawat Lion Air JT-162 diamankan saat melakukan check in di Security Check Point 1 sekira pukul 12.00 WIB.

BACA :  Sachrudin : Aparat Harus Rajin Pantau Wilayah

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, yang bersangkutan beserta barang bukti sebanyak 14.507 ekor benih lobster diserahkan kepada pihak Karantina Perikanan (BKIPM Jakarta 1) untuk diproses lebih lanjut,” ungkap Tommy.

Akibat perbuatannya, MRD pun dipastikan gagal terbang dan terpaksa berurusan dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BKIPM Jakarta 1 Bandara Soetta.

Sementara itu, Kepala BKIPM Jakarta 1 Habrin Yake mengatakan, belasan ribu benih lobster senilai kurang lebih Rp 2,9 Miliar tersebut akan dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya.

“Setelah dilakukan reoksigen, benih lobster ini akan kami lepas liarkan ke laut Jawa, tepatnya di PSPL Serang, Banten,” tuturnya.

Habrin menjelaskan, perbuatan MRD melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) nomor 56 tahun 2016 dan Undang-Undang nomor 45 tahun 2004 tentang Perikanan.

BACA :  Didirikan 100 Tahun Lalu di Menes Pandeglang, Pengurus Mathla'ul Anwar Tersebar di Indonesia

“Kami masih melakukan penyelidikan. Bila terbukti bersalah, pelaku terancam kurungan penjara paling lama 6 tahun berdasarkan pasal 16 juncto 88 UU nomor 45 tentang perikanan,” tandasnya.(Zie)



Terpopuler