Connect with us

METROPOLITAN

Banjir Terjang Rumah Anggota DPRD Cilegon, Istri dan Anak Sempat Terjebak

Published

on

Rumah Anggota DPRD Cilegon Terendam Banjir

Rumah anggota DPRD Cilegon Erik Airlangga, di Lingkungan Ciberko, Kecamatan Cibeber diterjang banjir. Sempat terjebak, di dalam rumah Erik dan keluarganya akhirnya berhasil dievakuasi warga. (Foto: Iyus Lesmana/Banten Hits)

Cilegon – Banjir melanda Kota Cilegon, Rabu (25/4/2018). Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menyebabkan ruas Jalan Lingkar Selatan (JLS) ambrol.

BACA JUGA: JLS Ambrol Dihantam Banjir, Akses Cilegon-Ciwandan Terputus

Sementara, di Kecamatan Cibeber. Banjir merendam ratusan rumah warga di Lingkungan Ciberko, Kelurahan Kalitimbang. Meluapnya Sungai Ciberko menyebabkan derasnya arus air dan menyebabkan air sangat cepat merendam permukiman warga di wilayah tersebut.

Wartawan Banten Hits Iyus Lesmana melaporkan, sebuah rumah yang berada persis di pinggir sungai diterjang banjir. Rumah yang nampak masih terlihat baru tersebut rupanya milik anggota DPRD Cilegon dari Fraksi Partai Golkar Erik Airlangga. Saat banjir menerjang, Erik diketahui tengah berada di luar kota.

BACA :  OPD di Cilegon Diminta Aktif Kelola Website

Arus banjir mengakibatkan barang-barang yang ada di dalam rumah tersebut hanyut dan tak bisa diselamatkan. Istri dan anak Erik bahkan sempat terjebak di dalam rumah. Namun tidak lama, mereka berhasil dievakuasi warga.

“warga tidak bisa menyelamatkan barang-barang yang ada berada di dalam rumah, karena yang penting penghuni rumah yang sebelumnya ada di dalam rumah bisa diselamatkan,” tutur Aan, salah satu warga.

BACA JUGA: Banjir Rendam Jalan Depan Kantor Wali Kota Cilegon

Sementara itu, Ketua RT 04 RW 03 Lingkungan Ciberko Johani mengungkapkan, banjir yang terjadi pagi tadi merupakan banjir terparah dibandingnkan banjir yang pernah terjadi.

“Ini banjir paling parah seumur hidup saya, biasanya enggak seperti ini,” ujarnya.

BACA :  Curi Hewan Kurban di Halaman Masjid, Suhadi Ngumpet di Gorong-gorong

Selain tingginya curah hujan, banjir juga diduga akibat aktivitas penambangan pasir di Kelurahan Bulakan.

“Akibat curah hujan iya, tapi ini juga disebabkan ada penambangan pasir di Bulakan,” ungkap Johani.

Ia mengeluh lambannya petugas BPBD dan Basarnas serta Tagana terjun ke lokasi.

“Waktu banjir terjadi, belum ada satupun petugas yang datang. Padahal, kita sangat membutuhkan perahu karet untuk evakuasi warga,” imbuhnya.(Nda)

Terpopuler