Lebak – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak menyebut, partisipasi pemilih di Pilkada 2018 tak mencapai target yang diharapkan. Dari target 75 persen, tingkat partisipasi pemilih hanya mencapai 66,63 persen.
“Dibandingkan pilkada sebelumnya, partisipasi pilkada tahun ini menurun,” ujar Ketua KPU Lebak Ahmad Saparudin kepada awak media, Jumat (29/6/2018).
BACA JUGA: Tingkat Partisipasi Pilkada Kabupaten Tangerang di Bawah Target KPU
Saparudin menilai, menurunnya tingkat partisipasi pemilih bukan disebabkan karena tidak maksimanlnya sosialisasi yang dilakukan KPU. Sosialisasi sudah dilakukan mulai dari tahapan hingga empat hari jelang pencoblosan baik secara langsung kepada masyarakat maupun media.
Namun, kembali pada pemilih itu sendiri, yang jelas KPU sudah semaksimal mungkin melakukan sosialisasi hingga akhir sebelum masa tenang.
“Kami menduga ini karena faktor calon tunggal. (Masyarakarat) menganggap pasangan calon sudah bisa dikatakan menang, sehingga masyarakat yang bekerja di luar daerah tidak pulang,” kata Saparudin.
Meski masih bersifat sementara karena bukan dihitung manual, namun data 100 persen yang sudah masuk ke KPU, Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi memperoleh 455.024 suara (75%) dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 926.342 pemilih. Sementara kolom kosong mendapat 135.486 suara (23,3%). Total suara tidak sah 19.580.
“Ini hasil sementara hitung cepat KPU, bukan berarti sudah final. Kita tunggu hasil secara manual,”ucapnya.(Nda)