Connect with us

METROPOLITAN

Serunya Aksi Tukang Becak Adu Cepat saat Balapan Becak di Kecamatan Mauk

Published

on

BALAPAN BECAK DI MAUK

Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang menggelar lomba balapan becak dalam rangka HUT RI ke-73.(Banten Hits/ Yogi Triandono)

Tangerang – Sebanyak 32 tukang becak di Kampung Mauk Lio, RT06/02, Kelurahan Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang mengikuti lomba balapan becak, Jumat,  17 Agustus 2018. Perlombaan tersebut digelar Kecamatan Mauk untuk memperingati HUT RI ke-73.

Camat Mauk Heru Ultari, membuka balapan becak dengan mengayuh becak bersama jajaran mulai dari Kantor Kecamatan Mauk hingga lokasi perlombaan. 

Heru Ultari mengatakan, perlombaan tersebut dilakukan di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang sepanjang satu kilometer. Ratusan tukang becak pun antusias mengikuti lomba tersebut. 

“Pada saat awal mendaftar, ada 150 tukang becak yang ingin ikut serta, tapi karena kita adakan proses seleksi kelayakan armada becak nya, hanya 32 armada becak yang memenuhi standar,” ujar Heru. 

Heru menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengangkat harkat dan martabat para tukang becak, khususnya yang ada di Kecamatan Mauk. 

“Kita tahu bahwa selama ini tukang becak juga merupakan warga negara yang harus juga merasakan kebahagiaan di hari kemerdekaan RI ini,” ucapnya. 

Bagi tukang becak yang menang, Heru mengungkapkan akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah. Juara nya pun diurutkan menjadi juara 1, 2, dan 3.

“Hadiahnya jutaan rupiah, yang terpenting ada penghargaan yang diberikan kepada para tukang becak ini,” jelasnya. 

Heru menambahkan, para tukang becak pun sama dengan profesi yang lain. Bahkan, banyak dari mereka memiliki anak yang sampai lulus perkuliahan. 

“Jadi jangan lagi meremehkan profesi tukang becak, saya tadi bawa becak yang cuma sebentar saja sudah capek, sementara mereka bisa menafkahi keluarganya sampai anaknya lulus kuliah tidak mengeluh, harus dijadikan contoh,” ungkapnya. 

Ia pun berharap, di hari kemerdekaan ini, para tukang becak memiliki semangat serta dapat lebih sejahtera. 

“Mereka adalah pahlawan bagi keluarganya, bisa jadi lebih mulia daripada kita,” pungkasnya. 

Sawitri (42), salah seorang warga Desa Mauk Barat mengaku senang dengan adanya perlombaan ini. Baginya, belum pernah adanya perlombaan tukang becak. 

“Ini yang pertama, karena tahun kemarin tidak ada, saya kira bagus ya, bisa sebagai hiburan juga tukang becak nya dapat hadiah,” tandasnya.(Rus)

BACA :  Banten Bersih Minta Penegak Hukum Serius Tuntaskan Kasus Korupsi

Terpopuler