Connect with us

METROPOLITAN

KH. Syam’un Jadi Pahlawan Nasional, WH: Semangat Jihadnya Membela Tanah Air Harus Diteladani

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim soal KH. Syam'un Pahlawan Nasional

Gubernur Banten Wahidin Halim seusai Upacara Hari Pahlawan Nasional. Wahidin mengaku bangga tokoh asal Banten KH. Syam’un ditetapkan Pahlawan Nasional.(BantenHits.com/ Wahidin Halim)

Serang – KH. Syam’un, tokoh asal Banten bersama lima tokoh lainny dari berbagai daerah di Indonesia, ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional diberikan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis siang, 8 November 2018.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku bangga, tokoh asal Banten tersebut ditetapkan Pahlawan Nasional. Menurut WH, KH. Syam’un dalam perjuangannya, pernah bergabung dengan Pembela Tanah Air atau Peta pada 1943-1945 dan terlibat untuk pembentukan pemerintah daerah dan diangkat menjadi bupati Serang.

BACA :  Digembleng Ulama Ternama di Pandeglang Hampir Dua Pekan, Pimpinan Ritual Bugil untuk Bisa Kaya Mengaku Menyesal

“Saya sebagai warga Banten sebagai gubernur bangga ditetapkanya KH Syam’un sebagai Pahlawan Nasional. Ini jadi kebanggaan keluarga dan para pewarisanya,” kata WH saat ditemui awak media seusai upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Stadion Ciceri, Kota Serang, Sabtu, 10 November 2018.

“Yang harus diteladani dari semangat perjuanganya, kepemimpinanya, keberaniannya, semangat jihadnya untuk membela tanah air,” sambungnya.

WH berharap, ditetapkannya KH Syam’un sebagai Pahlawan Nasional bisa menjadi tauladan para anak muda di Banten untuk berjihad melawan kehidupan global saat ini.

“Harusnya kan motivasi kepada kita semua apa yang dilakukan beliau menjadi teladan, walaupun yang kita lakukan sekarang bukan penjajahan tapi kita harus melawan kehidupan global yang dijalani generasi menial sekarang. Itu harus sungguh-sungguh,” pungkasnya.

BACA :  Polres Tangerang Gelar Simulasi Penangan Teror

KH. Syam’un tak lain cucu dari Kiai Wasid yang merupakan pemimpin perjuangan Geger Cilegon pada 1888 melawan Belanda.

Lahir pada tahun 1883 KH Syam’un menjadi pelopor pengajaran Islam tradisional melalui Al-Khairiyah di Banten yang kemudian tersebar di Jawa sampai Sumatera.

KH Syam’un kini sejajar dengan sultan dari Kesultanan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa dan Ketua Pemerintah Darurat RI Syafurdin Prawiranegara yang lebih dahulu dianugerahi Pahlawan Nasional oleh pemerintah. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler