Connect with us

METROPOLITAN

Pengungkapan Penyebab Pasti Kematian dr. Archi Cherrya Oktiandini Terkendala Keputusan Keluarga

Published

on

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto saat ekspos kasus narkoba di Mapolres Lebak, Rabu, 29 November 2018

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto saat ekspos kasus narkoba di Mapolres Lebak, Rabu, 28 November 2018. Dani mengungkapan, penyelidikan pihaknya untuk mengungkap penyebab pasti kematian dr. Archi Cherrya Oktiandini terkendala keputusan keluarga yang menolak jenazah korban di autopsi. (BantenHits.com/ Fariz Abdulah)

Lebak – Jajaran Polres Lebak akhirnya menyampaikan perkembangan hasil penyelidikan terkait tewasnya dr.Archi Cherrya Oktiandini (25), dokter di RSUD Adjidarmo Rangkasitung, yang juga mantan model sampul Majalah Gadis. Saat ditemukan tewas di kamar kosnya, 17 November 2018, kondisi Archi tengah mengandung anak pertama.

BACA JUGA: Tengah Hamil, Dokter RSUD dr Ajidarmo Ditemukan Tewas Dikontrakan Diduga Keracunan Genset Indomaret

BACA :  Festival Cikadu 2018: Back to Culture Zaman Old

Saat ekspos kasus narkoba di Mapolres Lebak, Rabu, 29 November 2018, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan, kasus kematian dr. Archi saat ini masih dalam proses penyelidikan. Beberapa saksi sudah diperiksa termasuk karyawan Indomaret yang terpapar.

“Masih berlanjut (penyelidikan), dugaan sementara terkendala asap racun genset,” kata Dani.

Dani mengakui, pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab pasti kematian dr. Archi, termasuk apakah kasus ini kelalaian atau memang murni kerusakan yang terjadi pada genset.

“Kendala kita karena memang keluarganya menolak untuk diautopsi, jadi kita tidak bisa meraba-raba penyebab kematiannya,” jelasnya.

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menuturkan, peristiwa tewasnya Archi berawal saat listrik di sekitar Jalan Iko Jatmiko mati, Sabtu, 17 November 2018, sekitar pukul 08.00 WIB.

BACA :  Lima Tahun Ke Depan, PKS Tangerang Targetkan Punya 24 Ribu Anggota dan 240 Ribu Suara

Pegawai Indomaret pun menyalakan genset. Sekitar pukul 10.00 WIB genset juga padam lantaran kehabisan bahan bakar.

“Setelah habis bahan bakar Indomaret tutup, ketika ditutup tidak lama kita semua yang berada di dalam toko merasa mual dan pusing, kita juga tidak tahu kalau didalam kontrakan ada penghuninya,” kata salah seorang pegawai Indomaret yang meminta namanya dirahasiakan kepada BantenHits.com.

BACA JUGA: Pengakuan Saksi Ungkap Fakta Kematian dr. Archi Cherrya Oktiandini; Tak Ada Jeritan, Asap, atau Kegaduhan

Sementara, Joni, salah seorang pedagang parfum yang berada tepat di depan Indomaret dan kamar kosan korban menuturkan, saat kejadian tak ada fenomena yang tak lazim di lokasi kejadian. Satu-satunya peristiwa yang menjadi pusat perhatian bersama adalah aliran listrik yang mati saat itu.

BACA :  Kemenag Lebak Kerja Sama dengan Bank Syariah Mandiri, Ini Manfaat Bagi Pegawai Non PNS

“Jadi tak ada jeritan, asap atau kegaduhan,” ungkapnya.(Rus)



Terpopuler